Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Menggali Potensi Wisata Alam dan Budaya Bima

18/02/13


Terinspirasi dari hasil pertemuan dengan kawan-kawan blogger Bima yang diadakan di Wawo tanggal 17 Februari 2013 kemarin, bahwa minat untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Bima memang masih sangat rendah. 
Baca Selengkapnya | Komentar (3)

Wisata Budaya Desa Sambori Kab. Bima, Bagian III

14/09/12


Wisata Budaya Desa Sambori Kab. Bima, Bagian III

Oleh: M. Taufiqurrahman

Baca Selengkapnya | Komentar

Wisata Budaya Desa Sambori Kab. Bima, Bagian II

31/08/12


Aktivitas Budaya Desa Sambori
Tujuan dari analisa peluang atraksi wisata berdasarkan klasifikasi atraksi obyek wisata seperti yang ditunjukkan di tabel 5.3. Analisa ini untuk memformulasikan konsep pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan yang tujuannya diterapkan pada masing-masing obyek wisata. Untuk lebih jelasnya terkait jenis aktivitas budaya masyarakat Sambori dapat dilihat pada tabel 5.2 dibawah ini.

Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Wisata Budaya Desa Sambori Kab. Bima, Bagian I

17/08/12

Wisata Budaya di Desa Sambori Kabupaten Bima 
Oleh: M. Taufiqurrahman

Latar Belakang
Objek wisata di daerah bima cukup banyak untuk di berdayakan. Berdasarkan data dari dinas Pariwisata, terdapat 35 objek wisata di Kabupaten Bima yang tersebar di hampir seluruh kecamatan. Selain itu posisi geografis Bima yang strategis yaitu jalur persinggahan dari rute pariwisata nasional Jawa-Bali-Lombok menuju NTT menjadikan Bima memiliki potensi yang besar di bidang ekonomi dan pariwisata.
Baca Selengkapnya | Komentar

Pengembangan Wisata Budaya (Etnoturisme) Desa Sambori

14/07/12



PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA (ETNOTURISME)
DESA SAMBORI

Di tahun 2008 jumlah pengunjung (wisatawan) di Kabupaten Bima mengalami kemerosotan yang sangat signifikasn, dari jumlah pengunjung 81.954 dengan pengelompokan berdasarkan kewarganegaraan, 4.770 wisatawan domestik, dan 3.424 wisatawan mancanegara, di tahun 2007 menjadi 4.790, 4.590 wisatawan domestik dan 214 orang wisatawan mancanegara, di tahun 2008.
Baca Selengkapnya | Komentar

Profil Desa Budaya Kabupaten Bima NTB

12/07/12


PROFIL DESA WISATA  :
1. Desa Padende, Kecamatan Donggo.     
2. Desa Mbawa, Kecamatan Donggo.
3. Desa Maria, Kecamatan Wawo.
4. Desa Boro, Kecamatan Sanggar.
5. Desa Sambori, Kecamatan Lambitu.
6. Desa Kuta, Kecamatan Lambitu.

Baca Selengkapnya | Komentar

Mahkota Emas Kerajaan Bima

23/06/12


Mahkota Emas Kesultanan Bima, yang dibuat pada abad ke-18
oleh Panai Emas asal Wawo
Salah satu peninggalan berharga Kerajaan dan Kesultanan Bima adalah Mahkota Kerajaan yang terbuat dari lapisan Emas dan Berlian. Dibuat pada pemerintahan Sultan Bima ke-9, Sultan Abdul Hamid Muhammad Syah Dzifullah Fil Alam (1773 – 1817 M) abad ke 18.
Baca Selengkapnya | Komentar

Keris Samparaja Kerajaan Bima


Keris samparaja Kesultanan Bima
Keris memiliki pesona tersendiri yang diwujudkan dalam ragam hiasan penuh dengan aneka batu berharga seperti bertahtakan batu lazuardi, batu pirus, akik, emas, intan dan berlian.
Baca Selengkapnya | Komentar

Peta Lokasi Wisata Bahari di Bima

16/06/12



Tidak salah jika ada yang memberi julukan Indonesia sebagai ”surga dunia”. Keindahan alamnya yang tersebar di sekitar 17.500 pulau sangat memesona. Mestinya dengan potensi alam yang luar biasa ini, Indonesia bisa maju meninggalkan negara-negara di sekitarnya. Masyarakatnya bisa makmur dan wisata bahari bisa berkembang. Namun, kenyataannya, jauh panggang dari api, termaSUk itu di bima (kota maupun kabupaten).
Kekayaan laut dan pesona laut yang luar biasa sebenarnya menjadi modal utama pengembangan wisata bahari. Pengembangan wisata bahari juga memiliki keunikan tersendiri.
Baca Selengkapnya | Komentar

Wisata Ke Situs Wadu Pa’a

14/06/12


Dalam buku Legenda Tanah Bima, diceritakan bahwa pada saat Sang Bima hendak meninggalkan Bima, dia didatangi oleh Para Ncuhi (Kepala Suku) untuk dimintai kesediaan menjadi pemimpin tanah Bima. Pada saat itu, Sang Bima sedang memahat tebing di mulut Kota Bima, tepatnya di Kaki Bukit Lembo dusun Sowa Desa Kananta kecamatan Soromandi. Menuju lokasi Wadu Pa’a  memiliki dua alternatif, yakni lewat darat dan laut. Jika berangkat dari Kota Bima  melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat akan melalui rute cabang Donggo Kecamatan Bolo hingga Desa Bajo Seromandi dengan jarak  sekitar 10 Kilometer (KM) dan waktu tempuh lebih kurang 20 menit. Setelah itu, untuk sampai ke situs sejarah itu, masih harus menempuh jarak 5 KM. Kondisi jalan terjal, berlubang,  berbatu dan selang-seling landai membuat banyak pengujung yang ingin ke tempat itu, memilih jalur transportasi laut lewat teluk Bima (pelabuhan Bima).
Baca Selengkapnya | Komentar

Wisata Air Terjun Kalemba, Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu


Kabupaten Bima - Belum banyak orang yang tahu keberadaan aur terjun ini. Kalemba adalah nama salah satu dusun di desa Kawuwu Kecamatan Langgudu. Dusun Kalemba berjarak lebih kurang 25 km dari kota Bima atau dapat  di tempuh lebih kurang 1,5 jam. Selama perjalanan anda dapat menikmati panorama alam pedesaan dengan sawah yang membentang dan gugusan pegunungan yang rimbun menghijau. Gemercik air dari sungai-sungai sepanjang perjalanan seakan menyuguhkan simponi alam yang terus bergulir dari waktu ke waktu.
Baca Selengkapnya | Komentar

Benteng Asa Kota, Sepenggal Sejarah dan Keindahan Lautnya

27/05/12

Mengunjungi tempat bersejarah tentu sangatlah mengasyikan terlebih bila disuguhi panorama alam yang menakjubkan. Benteng Aso Kata, itulah namanya. Asa dalam bahasa Bima berarti mulut dan Kota berarti kota. Jadi Kota Bima - Asa kota adalah mulut Kota yang menjadi penghubung Bima dengan negeri-negeri lainnya.
Sebuah benteng yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda dalam usahanya menduduki kota Bima, NTT. Benteng Asa Kota terletak di Desa Punti Kecamatan Soromandi yang ditemukan sekitar tahhun 1908 (bersamaan dengan meletusnya Gunung Tambora).

Benteng Asa Kota ini terdiri dari batu bersusun yang dulu diambil dari berbagai tempat di daerah Bima. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesan kuat dan kokoh serta menandakan bahwa benteng ini dapat melindungi masyarakat Mbojo.
Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal ASI Mbojo, Istana Kesultanan Bima, Kota Bima

23/05/12

Foto Asi Mbojo (tofifoto.co.cc)
Sejak berdirinya Kerajaan Bima pada abad II M, sampai berakhirnya masa kesultanan pada tahun 1951, jumlah istana yang ada II buah. Dari II istana yang didirikan pada masa kerajaan dan kesultanan hanya dua yang bisa kita saksikan yaitu Asi Bou & Asi Permanen yang masih berdiri dengan megah dan indah.
Istana Bima yang dalam Bahasa Bima populer disebut ”Asi” mulai di kenal oleh masyarakat di sekitar abad II M, bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Bima. Sejak itu, Indra Zambrut, Raja Bima yang pertama mendirikan ”Asi Wadu Perpati”, yang merupakan Asi tertua di Bima. 
Baca Selengkapnya | Komentar (1)

Sejarah Masjid Sultan Muhammad Salahuddin, Kampo Sigi

Foto Masjid Sultan Muhammad Salahuddin, dulu
Masjid Sultan Muhammad Salahuddin yang dibangun tahun 1737 oleh Sultan Abdul Qadim Muhammad Syah dan Raja Bicara Ismail sebagai masjid Kesultanan Bima. Masjid ini hancur lebur kecuali mihrabnya akibat bom sekutu tahun 1945 dan dibangun kembali tahun 1990 oleh Ina Kau Mari atau Dr. Hj. Siti Maryam, putri Sultan Muhammad Salahuddin.
Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal Upacara Adat Hanta U'a Pua

21/05/12


Upacara adat Hanta U’a Pua yang diselenggarakan kembali kali ini, memberikan arti tersendiri bagi masyarakat Bima terutama Majelis Adat Dana Mbojo. Bagaimana tidak, menurut Hj. Siti Maryam, Ketua Majelis Adat ini, sejak tahun 1950-an saat peralihan pemerintahan dari Kesultanan menjadi Pemerintahan Swapraja, kegiatan ini sempat terhenti dan tidak mampu sepenuhnya dihidupkan kembali. Usaha menghidupkan kembali tradisi ini bukannya tidak pernah dicoba, namun terbentur kendala karena situasi politik yang menggesek, tarik ulur. “Pernah dicoba sekali di tahun 1980-an dan sekali di tahun 1990-an, serta tahun 2003 lalu” kata Siti Maryam.
Diselenggarakannya kembali tradisi Hanta U’a Pua kali ini, menurutnya, merupakan pertanda baik karena mendapat sambutan positif baik masyarakat maupun pemerintah. Kelihatannya masyarakat Bima tampak lebih antusias kali ini, ujarnya. bagi Majelis Adat Dana Mbojo, melestarikan nilai budaya asli Bima yang dirayakan oleh masyarakat Bima secara umum seperti ini, merupakan salah satu agenda penting yang harus segera dibenahi, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. “Sejarah jangan sampai putus. Ini kekayaan yang tidak bisa dinilai dengan materi,” kata Budayawan yang kini konsen menulis dan mengumpulkan sejarah Bima di masa lampau ini. Hanta U’a Pua, tradisi Bima yang rencananya akan terus hidup kembali karena penyelenggaraannya akan dilakukan setiap tahun, lanjutnya.
Baca Selengkapnya | Komentar

Tolo Pihi, Donggo

18/05/12



Sekilas tentang Tolo Pihi
Tolo Pihi merupakan salah satu sawah tadah hujan yang ada di Kecamatan Donggo, dan sawah ini memiliki keunikan karena mirip stadion olah raga karena di kelilingi oleh gunung yang seakan-akan menjadi tempat duduk para penonton di stadion dan sawahnya sebagai arena olah raga, sawah ini hampir 90% seperti lngkaran sempurna.
Baca Selengkapnya | Komentar

Benhur, "Taxi Lokal" Bima yang Semakin Tersisihkan


Di era tahun 1960 sampai 1990-an, keberadaan Benhur cukup berarti bagi masyarakat Bima. Bisa dikata, Benhur adalah alat transportasi andalan pada masa itu dan bersaing pula dengan angkutan umum lainnya seperti Bemo Kota. Namun kini memasuki era tahun 2000-an, keberadaan Benhur makin tersisih dengan menjamurnya Ojeg dan transportasi umum lainnya.
Pada tiga dekade itu, kampung Sadia bisa dikatakan sebagai kampungnya Benhur. Hampir setiap rumah ditemui Benhur dan Gerobak serta kuda yang diikat di bawah kolong rumah maupun di halaman rumah warga. Warga kampung Sadia memang tidak memiliki sawah dan kebun  meskipun kampung ini dikelilingi oleh sawah dan kebun. Karena lahan itu justru dimiliki oleh penduduk di luar Sadia. Sebahagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai kusir Benhur, kuli bangunan, tukang,  penjual Tempe, dan buruh tani.
Dulu keberadaan benhur sangat membantu warga Bima khususnya untuk wilayah-wilayah kampung-kampung atau wilayah yang tidak terjangkau oleh angukatan umum (bemo), namun  pada perkembangannya keberadaan benhur di Bima mulai tersisihkan dengan keberadaan ojeg yang menjamur, dan imbasnya konsumen mereka (kusir benhur) semakin berkurang, dan banyak dari mereka telah menjual Benhur dan kudanya ke wilayah-wilayah pedalaman di Kabupaten Bima. Mereka adalah saksi sejarah tersisihnya Benhur sebagai alat transportasi masyarakat Bima tempo dulu. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal Oi Tua/Oi Ta'a

Memperoleh air lontar tentu tidaklah mudah. Hanya orang-orang tertentu dan yang memiliki keahlian memanjat pohon Lontar yang dapat mengambilnya. Karena ketinggian pohon-pohon Lontar ini bisa mencapai lebih dari 20 meter. Pada umumnya ketinggian pohon Lontar berkisar antara 15 sampal 20 meter. Kehati-hatian dan kondisi prima sangat dibutuhkan dalam memanjat pohon Lontar, karena sering kali terjadi pemanjat yang jatuh dan menyebabkan patah tutang hingga berujung kematian. Untuk memanjat pohon Lontar, warga Oi Mbo biasa menggunakan RANGGE. Rangge adalah semacam tangga yang dbuat dan bambu yang dikenal dengan O’o TODO. Bambu ini adalah memang jenis bambu yang biasa digunakan untuk memanjat pohon Lontar karena disetiap ujung pangkalnya dapat dipasangkan kayu sebagai tempat pijakan pada saat memanjat.
Baca Selengkapnya | Komentar

La Lino

12/05/12

Satu lagi kekayaan warisan leluhur Dana Mbojo yang luput dari pengetahuan public.Kekayaan tak ternilai itu adalah sebuah Mushaf Alqur’an yang dijuluki La Lino. Saat ini, warisan dari abad 17 M itu menjadi koleksi Museum Baitul Qur’an Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. La Lino ditulis oleh Syekh Subur, seorang Imam Masjid Kesultanan Bima sekaligus guru dari Sultan Alaudin yang memerintah pada 1731 -1748 M. Selanjutnya jejak syekh Subur dilanjutkan oleh puteranya yang bernama Abdul Gani Bima, guru besar di Madrasah Haramayn Masjidil Haram di penghujung abad 19.
Baca Selengkapnya | Komentar

Pemkot Bima Kumpulkan Dokumen Sejarah Lahirnya Kota Bima

23/01/12

Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, tengah berupaya mengumpulkan dokumen penting mengenai latar belakang lahirnya daerah  tersebut untuk dijadikan arsip sejarah.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Bima Hj Sri Ratnawati, di Raba (Kota Bima), mengatakan, berbagai dokumen sejarah itu kini masih tersebar di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), karena belum adanya gedung arsip yang representatif.
Baca Selengkapnya | Komentar

Foto Bima

Lihat Foto Lain»

Destinasi Wisata

Lihat Selengkapnya »

Budaya Bima

Lihat Selengkapnya »

Kuliner Bima

Lihat Selengkapnya »
 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger