Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam Bima. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam Bima. Tampilkan semua postingan
Menggali Potensi Wisata Alam dan Budaya Bima
18/02/13
Terinspirasi dari hasil pertemuan dengan kawan-kawan blogger Bima yang diadakan di Wawo tanggal 17 Februari 2013 kemarin, bahwa minat untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Bima memang masih sangat rendah.
Peta Lokasi Wisata Bahari di Bima
16/06/12
Tidak salah jika ada yang memberi julukan Indonesia sebagai ”surga dunia”. Keindahan alamnya yang tersebar di sekitar 17.500 pulau sangat memesona. Mestinya dengan potensi alam yang luar biasa ini, Indonesia bisa maju meninggalkan negara-negara di sekitarnya. Masyarakatnya bisa makmur dan wisata bahari bisa berkembang. Namun, kenyataannya, jauh panggang dari api, termaSUk itu di bima (kota maupun kabupaten).
Kekayaan laut dan pesona laut yang luar biasa sebenarnya menjadi modal utama pengembangan wisata bahari. Pengembangan wisata bahari juga memiliki keunikan tersendiri.
Wisata Ke Situs Wadu Pa’a
14/06/12
Dalam buku Legenda Tanah Bima, diceritakan bahwa pada saat Sang Bima hendak meninggalkan Bima, dia didatangi oleh Para Ncuhi (Kepala Suku) untuk dimintai kesediaan menjadi pemimpin tanah Bima. Pada saat itu, Sang Bima sedang memahat tebing di mulut Kota Bima, tepatnya di Kaki Bukit Lembo dusun Sowa Desa Kananta kecamatan Soromandi. Menuju lokasi Wadu Pa’a memiliki dua alternatif, yakni lewat darat dan laut. Jika berangkat dari Kota Bima melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat akan melalui rute cabang Donggo Kecamatan Bolo hingga Desa Bajo Seromandi dengan jarak sekitar 10 Kilometer (KM) dan waktu tempuh lebih kurang 20 menit. Setelah itu, untuk sampai ke situs sejarah itu, masih harus menempuh jarak 5 KM. Kondisi jalan terjal, berlubang, berbatu dan selang-seling landai membuat banyak pengujung yang ingin ke tempat itu, memilih jalur transportasi laut lewat teluk Bima (pelabuhan Bima).
Wisata Air Terjun Kalemba, Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu
Kabupaten Bima - Belum banyak orang yang tahu keberadaan aur terjun ini. Kalemba adalah nama salah satu dusun di desa Kawuwu Kecamatan Langgudu. Dusun Kalemba berjarak lebih kurang 25 km dari kota Bima atau dapat di tempuh lebih kurang 1,5 jam. Selama perjalanan anda dapat menikmati panorama alam pedesaan dengan sawah yang membentang dan gugusan pegunungan yang rimbun menghijau. Gemercik air dari sungai-sungai sepanjang perjalanan seakan menyuguhkan simponi alam yang terus bergulir dari waktu ke waktu.
Sambori: Pengelompokan Sosial dan Kepemimpinan
09/06/12
![]() |
| Foto: Alan Malingi |
Secara historis penduduk Sambori dan desa-desa sekitarnya tidak lepas dari dinamika kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya masyarakat Bima. Masyarakat Sambori dan sekitarnya pada awalnya merupakan penghuni dataran rendah, tepatnya dari sekitar Teluk Bima. Mereka memiliki adat istiadat, bahasa dan kepercayaan tersendiri. Setelah agama Islam masuk ke Bima, mareka menyingkir di dua daerah pegunungan (Donggo) dalam satuan-satuan kelompok kecil. Perpindahan mereka dilakukan dalam upaya adat istiadat dan kepercayaan mereka, marapo ro makimbi.
Kelompok pertama menuju ke daerah Pegunungan Soromandi yang disebut sebagai Donggo Ipa (barat). Kelompok kedua menyebar ke Pegunungan Lambitu yang dinamakan Donggo Ele (timur), meliputi desa Sambori, Teta, Kuta, Kalodu, dan Tarlawi. Sampai sekarang mereka dikenal sebagai Dou (orang) Donggo yang artinya Orang Pegunungan. Bukan Dou Mbojo untuk sebutan penduduk Bima pada ummnya.
Benteng Asa Kota, Sepenggal Sejarah dan Keindahan Lautnya
27/05/12
Mengunjungi tempat bersejarah tentu sangatlah mengasyikan terlebih bila disuguhi panorama alam yang menakjubkan. Benteng Aso Kata, itulah namanya. Asa dalam bahasa Bima berarti mulut dan Kota berarti kota. Jadi Kota Bima - Asa kota adalah mulut Kota yang menjadi penghubung Bima dengan negeri-negeri lainnya.
Sebuah benteng yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda dalam usahanya menduduki kota Bima, NTT. Benteng Asa Kota terletak di Desa Punti Kecamatan Soromandi yang ditemukan sekitar tahhun 1908 (bersamaan dengan meletusnya Gunung Tambora).
Benteng Asa Kota ini terdiri dari batu bersusun yang dulu diambil dari berbagai tempat di daerah Bima. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesan kuat dan kokoh serta menandakan bahwa benteng ini dapat melindungi masyarakat Mbojo.
Label:
Artikel,
Pariwisata,
Pariwisata Bima,
Wisata,
Wisata Alam Bima
Mengenal Uma Lengge
24/05/12
Luas areal objek : Luas Situs : 1.500 M x 1500 M
Luas bangunan : 2,5 M x 2,5 M
|
Di Kabupaten Bima terdapat rumah tradisional yang disebut “Uma Lengge”. Uma berarti berarti rumah dan lengge berarti mengerucut/pucuk yang menyilang. Uma lengge merupakan rumah tradisional peninggalan nenek moyang suku Bima.
Wisata Bombo Desa Ncera, Kecamatan Belo - Kabupaten Bima
Bombo Desa Ncera merupakan salah satu obyek wisata alam menarik di Kabupaten Bima. Lokasinya sekitar 45 km dari Kota Bima tepatnya di Desa Ncera, Kecamatan Belo Kabupaten Bima.
Langganan:
Postingan (Atom)













