Tampilkan postingan dengan label Destinasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Destinasi. Tampilkan semua postingan

Pantai Sarae Naru (Pasir Putih) - Kabupaten Bima NTB

25/07/12

Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal Masyarakat Wawo

26/06/12


Masyarakat Wawo tinggal di daerah dataran tinggi atau daerah pegunungan dengan hawa dan suhu uadara cukup dingin serta sedikit sekali mendapat hawa laut. Mereka hidup dari usaha bercocok tanam di sawah dan kebun dengan menanam berbagai jenis padi, jagung dan umbi-umbian.
Watak khas dari mayarakat Wawo memancarkan kesetiaan kepada atasan dan tidak terpancing oleh isu-isu negatif, peramah dan lemah lembut serta tidak menyukai pemimpin yang banyak bicara. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Gambaran Umum Kecamatan Wawo

Letak dan Geografis
Letak dan geografis Kecamatan Wawo memanjang dari utara ke selatan dengan batas sebagai berikut :
  • Bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Rasana'e dan Kecamatan Wera
  • Bagian selatan berbatasan dengan laut Hindia
  • Bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Sape
  • Bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Rasanae, Belo, dan Monta.

Baca Selengkapnya | Komentar (1)

Peta Lokasi Wisata Bahari di Bima

16/06/12



Tidak salah jika ada yang memberi julukan Indonesia sebagai ”surga dunia”. Keindahan alamnya yang tersebar di sekitar 17.500 pulau sangat memesona. Mestinya dengan potensi alam yang luar biasa ini, Indonesia bisa maju meninggalkan negara-negara di sekitarnya. Masyarakatnya bisa makmur dan wisata bahari bisa berkembang. Namun, kenyataannya, jauh panggang dari api, termaSUk itu di bima (kota maupun kabupaten).
Kekayaan laut dan pesona laut yang luar biasa sebenarnya menjadi modal utama pengembangan wisata bahari. Pengembangan wisata bahari juga memiliki keunikan tersendiri.
Baca Selengkapnya | Komentar

Wisata Ke Situs Wadu Pa’a

14/06/12


Dalam buku Legenda Tanah Bima, diceritakan bahwa pada saat Sang Bima hendak meninggalkan Bima, dia didatangi oleh Para Ncuhi (Kepala Suku) untuk dimintai kesediaan menjadi pemimpin tanah Bima. Pada saat itu, Sang Bima sedang memahat tebing di mulut Kota Bima, tepatnya di Kaki Bukit Lembo dusun Sowa Desa Kananta kecamatan Soromandi. Menuju lokasi Wadu Pa’a  memiliki dua alternatif, yakni lewat darat dan laut. Jika berangkat dari Kota Bima  melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat akan melalui rute cabang Donggo Kecamatan Bolo hingga Desa Bajo Seromandi dengan jarak  sekitar 10 Kilometer (KM) dan waktu tempuh lebih kurang 20 menit. Setelah itu, untuk sampai ke situs sejarah itu, masih harus menempuh jarak 5 KM. Kondisi jalan terjal, berlubang,  berbatu dan selang-seling landai membuat banyak pengujung yang ingin ke tempat itu, memilih jalur transportasi laut lewat teluk Bima (pelabuhan Bima).
Baca Selengkapnya | Komentar

Wisata Air Terjun Kalemba, Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu


Kabupaten Bima - Belum banyak orang yang tahu keberadaan aur terjun ini. Kalemba adalah nama salah satu dusun di desa Kawuwu Kecamatan Langgudu. Dusun Kalemba berjarak lebih kurang 25 km dari kota Bima atau dapat  di tempuh lebih kurang 1,5 jam. Selama perjalanan anda dapat menikmati panorama alam pedesaan dengan sawah yang membentang dan gugusan pegunungan yang rimbun menghijau. Gemercik air dari sungai-sungai sepanjang perjalanan seakan menyuguhkan simponi alam yang terus bergulir dari waktu ke waktu.
Baca Selengkapnya | Komentar

Gambaran Umum Desa Sambori

09/06/12



Lihat Desa Sambori di peta yang lebih besar
Karakter dan Geografi
Desa Sambori berada di dataran tinggi dengan ketinggian berkisar 800 m dpl. Sebagian Desa Sambori berupa perbukitan dan berlereng. Secara geografis, Desa Sambori berada di Donggo Ele (timur). Sedangkan secara administratif, Desa Sambori termasuk dalam wilayah Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Pemukiman Sambori dibagi dalam dua kelompok, yaitu: Sambori Ntoi (Sambori dalam/lama) dan Sambori Bou (Sambori Lama/luar). (Haris, 1996).

Baca Selengkapnya | Komentar

Sambori: Sistem Pembagian Tanah Kesultanan Bima - Pemerintah RI

Foto: Alan
Pada era Kesultanan Bima dikenal beberapa pembagian tanah:
Pertama, tanah yang berada di sekitar mada oi (mata air). Tanah di sekitar mada oi tidak digunakan untuk membuka ladang. 
Kedua, lahan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dimana mereka boleh membuka ladang secara kolektif atau berupa dana dadi (tanah pribadi), disebut dana pasaka dari. 
Ketiga, lahan yang merupakan inventaris atau perbendaharaan kesultanan disebut tanah pajakai atau tanah jawatan. Disamping utnk menopang kebutuhan kesultanan, tanah pajakai dipakai untuk membiayai aktifitas sosial, seperti pengadaan sarana mesjid dan kegiatan keagamaan lainnya. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Terminologi Rasa (Kampung) Desa Sambori


Rasa atau kampung adalah lahan yang dipergunakan untuk perkampungan penduduk. Masyarakat Sambori awalnya hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka diikat oleh hubungan keluarga atau klan, seperti orang tua dan anak beserta anggota keluarga lainnya. Sebelum mengenal uma lengge, mereka tinggal di rumah menyerupai gubuk atau disebut Sapo. Mereka menguasai tanah di sekitar dimana mereka tinggal barsama anggota keluarga. Apabila salah satu anggota keluarga mereka menikah, orang tua akan memberikan lahan untuk membangun rumah di sekitar rumah orang tua. Untuk mendirikan rumah ini mereka tidak perlu meminta ijin kepada ncuhi.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sambori: Pengelompokan Sosial dan Kepemimpinan


Foto: Alan Malingi
Secara historis penduduk Sambori dan desa-desa sekitarnya tidak lepas dari dinamika kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya masyarakat Bima. Masyarakat Sambori dan sekitarnya pada awalnya merupakan penghuni dataran rendah, tepatnya dari sekitar Teluk Bima. Mereka memiliki adat istiadat, bahasa dan kepercayaan tersendiri. Setelah agama Islam masuk ke Bima, mareka menyingkir di dua daerah pegunungan (Donggo) dalam satuan-satuan kelompok kecil. Perpindahan mereka dilakukan dalam upaya adat istiadat dan kepercayaan mereka, marapo ro makimbi.

Kelompok pertama menuju ke daerah Pegunungan Soromandi yang disebut sebagai Donggo Ipa (barat). Kelompok kedua menyebar ke Pegunungan Lambitu yang dinamakan Donggo Ele (timur), meliputi desa Sambori, Teta, Kuta, Kalodu, dan Tarlawi. Sampai sekarang mereka dikenal sebagai Dou (orang) Donggo yang artinya Orang Pegunungan. Bukan Dou Mbojo untuk sebutan penduduk Bima pada ummnya.
Baca Selengkapnya | Komentar

La Nggunti Rante, Parang Sakti Kerajaan Bima

24/05/12

La Nggunti Rante, Parang Sakti Kerajaan Bima
Parang atau golok ini konon memiliki kesaktian terutama jika digunakan disaat-saat genting pada masa kejayaan kerajaan dan kesultanan Bima. Dijuluki La Nggunti Rante karena konon dapat memotong apa saja termasuk Baja dan Besi. Menurut Kitab BO (Kitab Kuno Kerajaan Bima) parang ini dibuat pada abad ke-14 yaitu pada masa Pemerintahan Batara Indera Bima. La Nggunti Rante merupakan Golok Pendek dengan panjang 25 cm dan lebar 10 cm.
Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal Uma Lengge

Luas areal objek : Luas Situs : 1.500 M x 1500 M
Luas bangunan : 2,5 M x 2,5 M
Di Kabupaten Bima terdapat rumah tradisional yang disebut “Uma Lengge”. Uma berarti berarti rumah dan lengge berarti mengerucut/pucuk yang menyilang. Uma lengge merupakan rumah tradisional peninggalan nenek moyang suku Bima.
Baca Selengkapnya | Komentar (1)

Wisata Bombo Desa Ncera, Kecamatan Belo - Kabupaten Bima

Bombo Desa Ncera merupakan salah satu obyek wisata alam menarik di Kabupaten Bima. Lokasinya sekitar 45 km dari Kota Bima tepatnya di Desa Ncera, Kecamatan Belo Kabupaten Bima.
Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal Gerbang Asi Mbojo (Istana Kesultanan Bima)

Foto hasil Googling
Bila kita berkunjung atau melewati kompleks Asi Mbojo (Istana Kesultanan Bima) akan kita jumpai terdapat dua buah pintu gerbang atau pintu masuk menuju Asi Mbojo, yang bisa menarik perhatian kita, karena secara bentuk dan letaknya merupakan titik awal menuju kompleks Istana. Pintu-pintu itu memiliki sejarah dan memiliki fungsional yang tidak terlepaskan satu sama lainnya dengan bangunan lain di kompleks istana. 

Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal ASI Mbojo, Istana Kesultanan Bima, Kota Bima

23/05/12

Foto Asi Mbojo (tofifoto.co.cc)
Sejak berdirinya Kerajaan Bima pada abad II M, sampai berakhirnya masa kesultanan pada tahun 1951, jumlah istana yang ada II buah. Dari II istana yang didirikan pada masa kerajaan dan kesultanan hanya dua yang bisa kita saksikan yaitu Asi Bou & Asi Permanen yang masih berdiri dengan megah dan indah.
Istana Bima yang dalam Bahasa Bima populer disebut ”Asi” mulai di kenal oleh masyarakat di sekitar abad II M, bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Bima. Sejak itu, Indra Zambrut, Raja Bima yang pertama mendirikan ”Asi Wadu Perpati”, yang merupakan Asi tertua di Bima. 
Baca Selengkapnya | Komentar (1)

Sejarah Masjid Sultan Muhammad Salahuddin, Kampo Sigi

Foto Masjid Sultan Muhammad Salahuddin, dulu
Masjid Sultan Muhammad Salahuddin yang dibangun tahun 1737 oleh Sultan Abdul Qadim Muhammad Syah dan Raja Bicara Ismail sebagai masjid Kesultanan Bima. Masjid ini hancur lebur kecuali mihrabnya akibat bom sekutu tahun 1945 dan dibangun kembali tahun 1990 oleh Ina Kau Mari atau Dr. Hj. Siti Maryam, putri Sultan Muhammad Salahuddin.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sejarah Sigi Kalodu (Kamina)


Sigi Kalodu adalah nama lain Masjid Kalodu. Masjid ini diyakini oleh beberapa kelompok masyarakat sebagai masjid kuno tertua di Bima setelah Masjid Kuno Kampo Nae (Kampung Nae) di Kecamatan Sape. Sigi Kalodu diyakini sebagai tempat persembunyian dan sekaligus masjid bagi La Kai, Jena Teke (putra mahkota) dan pengikutnya dari kejaran lawan politiknya waktu itu.
Baca Selengkapnya | Komentar

Kenapa Pantai itu Diberi Nama Amahami (Ama Hami)?

21/05/12


Warga Bima sangat akrab dengan Pantai Amahami (Ama Hami). Pantai tersebut adalah tempat favorit dari sebagian besar warga Kota Bima untuk melewati sore sambil meminum kopi dan bercengerama bersama teman, keluarga dan juga pacar. Dimana pantai ini secara lokasi dan aksesbilitas sangat dekat dengan pusat Kota Bima itu sendiri. dari pusat kota dengan menggunakan sepeda motor paling tidak membutuhkan waktu maksimal 10 menit. Di lokasi tersebut sekarang banyak tersedia makanan dan minuman yang terseduia untuk pengunjung Pantai Amahami. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Tolo Pihi, Donggo

18/05/12



Sekilas tentang Tolo Pihi
Tolo Pihi merupakan salah satu sawah tadah hujan yang ada di Kecamatan Donggo, dan sawah ini memiliki keunikan karena mirip stadion olah raga karena di kelilingi oleh gunung yang seakan-akan menjadi tempat duduk para penonton di stadion dan sawahnya sebagai arena olah raga, sawah ini hampir 90% seperti lngkaran sempurna.
Baca Selengkapnya | Komentar

Warga Woro Nilai Madapangga di Ambang Kehancuran

09/05/12


Kabupaten Bima – Beberapa orang warga dan salah seorang mahasiswa yang ada di Desa Woro, Kecamatan Madapangga melakukan aksi damai untuk menuntut transpransi aparatur pemerintah kecamatan setempat dalam mengambil berbagai kebijakan. Pasalnya, dalam setiap mengambil kebijakan di bidang pembangunan, mereka menuding pihak Muspika setempat terkesan arogansi yang hendak membawa Madapangga diambang ‘kehancuran’.
Baca Selengkapnya | Komentar

Foto Bima

Lihat Foto Lain»

Destinasi Wisata

Lihat Selengkapnya »

Budaya Bima

Lihat Selengkapnya »

Kuliner Bima

Lihat Selengkapnya »
 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger