Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Suku Asli dan Pendatang di Bima

12/11/16


Dari penelitian Zollinger (1847) berpendapat bahwa Dou Donggo (Donggo Di) dan penduduk Bima di sebelah timur laut teluk Bima (Dou Donggo Ele) menunjukkan karakteristik yang jelas sebagai ras bangsa yang lebih rendah, kecuali beberapa corak yang menunjukkan kesamaan dengan orang-orang Bima di sebelah timur Teluk Bima. Sedangkan penelitian Elber Johannes (1909-1910) menyimpulkan pada dasarnya orang Bima yang tinggal di sekitar ibukota ada ras bangsa yang lebih tinggi, hidup pula ras bangsa campuran yang bertalian dengan oranhg Bugis dan Makasar yaitu ras bangsa Melayu Muda. Penelitian terhadap anggota masyarakat Bima yang lebih tua menunjukkan suatu kecenderungan persamaan dengan orang sasak Bayan di Lombok. Orang Donggo dan Sasak Bayan memiliki kesamaan ciri yaitu berambut pendek bergelombang, keriting, dan warna kulit agak gelap.
Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Menggali Potensi Wisata Alam dan Budaya Bima

18/02/13


Terinspirasi dari hasil pertemuan dengan kawan-kawan blogger Bima yang diadakan di Wawo tanggal 17 Februari 2013 kemarin, bahwa minat untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Bima memang masih sangat rendah. 
Baca Selengkapnya | Komentar (3)

Pola Ekonomi Masyarakat Dompu Masa Lampau

22/07/12

Sistem mata pencaharian yang dijalankan oleh masyarakat Dompu secara langsung memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan ruang di luar kawasan pemukiman. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan lahannya yang cukup luas, dan mempunyai spesifikasi khusus terhadap lokasi, fungsi dan pengaturannya. Secara keseluruhan sistem mata pencaharian yang ada di Dompu terdiri atas empat kegiatan utama, dimana masing-masing kegiatan mata pencaharian tersebut dijalankan dan dilaksanakan pada lokasi yang berbeda pula. Mata pencaharian tersebut adalah:
Baca Selengkapnya | Komentar

Stratifikasi Masyarakat Dompu Masa Lampau

20/07/12

Dalam tatanan kehidupan masyarakat Dompu masih terdapat atau mengenal sistem stratifikasi sosial atau pelapisan sosial. Sistem ini bisa diketahui dari penegasan oleh masyarakat melalui informasi atau pemberitahuan yang berkembang dengan sendirinya yang dilihat dari garis keturunan diantara masyarakat itu sendiri, maupun dilihat dari bentuk fisik kehidupan masyarakat.

Baca Selengkapnya | Komentar

Sejarah Desa Hu`u, Kabupaten Dompu

19/07/12


Desa Hu`u mempunyai peradaban hidup yang cukup panjang dengan corak beragam, yang membentuk pola perkembangan pada beberapa zaman atau periode, dimana pada masing-masing zaman atau periode memiliki ciri dan bentukan tersendiri dan terus mengalami akulturasi (Saleh, 1995). Zaman-zaman tersebut adalah:
Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Uma Lengge dan Jompa: Sejarah, Filosofi dan Arsitektur Masyarakat Bima

18/07/12


Sejarah dan Filosofi
Uma Lengge salah satu rumah adat tradisional peninggalan asli nenek moyang suku Bima (Dou Mbojo) yang dulunya berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi. Lokasi kedua peninggalan adat tersebut terletak di Desa Maria, Kecamatan Maria, dan Desa Sambori Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa. 
Baca Selengkapnya | Komentar (3)

Hubungan Darah Kesultanan Bima, Bugis dan Makassar

17/07/12


Asi Mbojo - Istana Kesultanan Bima
(Foto: Iwan Tezar)
Hubungan keakrabatan antar etnis dan bahkan hubungan darah sekalipun terpisahkan oleh tembok modernisasi dan demokrasi hari ini. Hubungan keakrabatan dan kekeluargaan yang terjalin selama kurun waktu 1625 – 1819 (194 tahun). Hubungan kekeluargaan antara dua kesultanan besar dikawasan Timur Indonesia yaitu Kesultanan Gowa dan Kesultanan Bima terjalin sampai pada turunan yang ke - VII. Hubungan ini merupakan perkawinan silang antara Putra Mahkota Kesultanan Bima dan Putri Mahkota Kesultanan Gowa terjalin sampai turunan ke- VI. Sedangkan yang ke- VII adalah pernikahan Putri Mahkota Kesultanan Bima dan Putra Mahkota Kesultanan Gowa. 

Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Budaya Leka, Mengarak Pengantin Di Desa Tangga

16/07/12

(Foto: Iwan Tezar)
Salah satu budaya upacara pernikahan masyarakat Bima dahulu khususnya di desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima adalah dengan cara Leka yakni dengan mengarak pasangat pengantin mengelilingi kampung.
Leka adalah salah satu bentuk upacara sosialisasi atau dalam bentuk pawai atau arak-arakan diiringi penabuh gendang rebana yang mana pada saat itu sang pengantin perempuan diusung bak seorang ratu diatas kereta kencana. Samping kiri kanannya beberapa orang pengusung petromak bak prajurit pengawal yang mengantarkan sang pengantin di pelaminan yang disediakan.
Baca Selengkapnya | Komentar

Profil Desa Budaya Kabupaten Bima NTB

12/07/12


PROFIL DESA WISATA  :
1. Desa Padende, Kecamatan Donggo.     
2. Desa Mbawa, Kecamatan Donggo.
3. Desa Maria, Kecamatan Wawo.
4. Desa Boro, Kecamatan Sanggar.
5. Desa Sambori, Kecamatan Lambitu.
6. Desa Kuta, Kecamatan Lambitu.

Baca Selengkapnya | Komentar

Karakter Kebudayaan Asli dan Pendatang di Bima

10/07/12


Analisa ini menguraikan secara jelas perbedaan antara kebudayaan asli dan kebudayaan masyarakat pendatang yang disusun berdasarkan 7 unsur kebudayaan dan masing-masing 3 wujud kebudayaan yang kemudian diuraikan pula dalam bentuk ruang yang dihasilkan. Penguraian kebudayaan asli dan kebudayaan masyarakat pendatang dilakukan dalam 5 fase berdasarkan jenis kebudayaan yang mempengaruhi tiap-tiap fase tersebut.
Baca Selengkapnya | Komentar

5 Fase Transisi Budaya Masyarakat Bima

08/07/12


Kebudayaan di Bima mengalami beberapa kali perubahan baik karena adanya perubahan dalam  masyarakat itu sendiri (intern) maupun karena dipengaruhi oleh masyarakat pendatang.
Unsur-unsur kebudayaan asli dan unsur-unsur kebudayaan masyarakat pendatang masing-masing menghasilkan pengaruh terhadap sistem hidup dan perilaku hidup masyarakat Bima. Sehingga memberikan ciri khas pada kebudayaan di Bima yang membedakannya dengan kebudayaan lainnya di nusantara, sebagaimanan yang dapat dijelaskan pada fase-fase kebudayaan sebagai berikut.:
Baca Selengkapnya | Komentar

Pola dan Bentuk Interaksi Budaya Bima Fase Ncuhi - Sekarang

07/07/12


Pola interaksi budaya dapat terjadi baik secara intern maupun secara ektern. Bentuk interaksi secara intern merupakan bentuk interaksi yang terjadi karena adanya proses belajar kebudayaan oleh warga masyarakat yang bersangkutan. Interaksi ini meliputi beberapa proses, yaitu: internalisasi (internalization), sosialisasi (socialization), dan enkulturasi (enculturation). Jadi proses ini hanya dapat terjadi apabila nilai-nilai suatu kebudayaan sudah diakui dan dijadikan sebagai milik diri dari suatu masyarakat.
Baca Selengkapnya | Komentar

Asal-Usul dan Sebaran Budaya Asli Bima

06/07/12


Masyarakat Bima terdiri dari dari 2 suku utama, yaitu Dou Donggo dan Dou Mbojo. Dou Donggo (Dou artinya orang, dan Donggo artinya Gunung) merupakan suku asli Bima yang dulunya masih  mempertahankan kebudayaan lama yang menyembah roh-roh nenek moyang dan memiliki ketergantungan hidup yang tinggi terhadap alam.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sistem Bangunan dan Pola Bermukim Masyarakat Bima

05/07/12

Sistem Teknologi
Pada masa ini, terdapat beberapa jenis bangunan, yaitu bangunan lengge, jompa, berbagai fasilitas dan rumah tinggal. Berkaitan dengan rumah lengge masih mempertahankan konstruksi, bentuk, susunan dan fungsinya. Dalam hal ini uma lengge memiliki atap dari bahan rumbia atau alang-alang yang tinggi dan runcing sehingga pintu masuk tidak tampak. Bubungan menggunakan kayu dengan bentuk tanduk binatang, konstruksi ceko, dan berfungsi sebagai penyimpan bahan makanan seperti halnya pada masa ncuhi. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Pengaruh Gowa Terhadap Kesenian Bima (Mbojo)

02/07/12

Gowa membawa pengaruh yang besar terhadap kesenian di Bima, termasuk di Maria. Pada masa ini kesenian berkembang dengan pesat sultan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan kesenian, anak-anak desa yang berbakat akan diboyong ke istana dan dilatih menari lebih baik lagi. Dan dalam pelaksanaannya terlihat adanya pengaruh Makasar dan Bugis. Selain dalam gerakan tari itu sendiri, pengaruh lainnya terlihat pada busana, aksesoris, alat dan musik pengiringnya.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sistem Pemerintahan dan Kemasyarakatan Kesultanan Bima

01/07/12


Kerajaan Gowa membawa pengaruh yang cukup besar, terutama terhadap sistem kepemimpinan masyarakat dan Kesultanan Bima pada saat itu. Perubahan terjadi dalam penggunaan beberapa istilah jabatan yang disesuaikan seperlunya dengan gelar/jabatan yang digunakan di Gowa. Sistem pemerintahan yang ada disesuaikan seperlunya, seperti menggunakan istilah Bicara untuk menggantikan istilah Tureli Nggampo, gelarang untuk kepala kampung, Gelarang NaE untuk menggantikan istilah Ncuhi.
Baca Selengkapnya | Komentar

Tugas Ncuhi Dalam Sistem Pemerintahan Dulu

30/06/12


Wilayah kekuasaan ncuhi meliputi suatu kawasan lembah dan pegunungan yang luas. Untuk memisahkan wilayah masing-masing ncuhi disebutkan dan dibatasi dengan nama lembah atau gunung yang dikuasainya. Tiap-tiap kerajaan ncuhi membawahi beberapa ncuhi dengan status wilayah setingkat desa sekarang. Masing-masing ncuhi memiliki pola dan tata cara kepemimpinan yang berbeda-beda. Adapun ncuhi-ncuhi di Maria berada di bawah kekuasaan Ncuhi Parewa yang berkedudukan di Gunung Parewa. 

Baca Selengkapnya | Komentar

Pola Penggunaan Lahan di Desa Maria Jaman Naka-Ncuhi

29/06/12

Pola penggunaan lahan di Maria pada jaman Naka-Ncuhi merupakan pola penggunaan lahan yang dilakukan oleh masyarakat asli Bima (yang disebut sebagai Dou Donggo pada saat ini). Pada masa ini kehidupan masyarakat berada pada tingkatan yang sangat sederhana, dimana masyarakat hanya memikirkan kebutuhan primer berupa lahan untuk mencari makanan dan tempat untuk beribadah.
Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal Pola Rumah Adat Masyarakat Bima


Ditinjau dari segi pendirian rumah, dalam pengukuran dan penyelenggaraan/pembangunan rumah, rumah-rumah masyarakat di Maria tidak mengalami perubahan yang berarti. Namun dalam hal konstruksi ada beberapa perubahan yaitu penggantian bubungan dari tanduk binatang akibat adanya kepercayaan animisme dan dinamisme menjadi kayu yang berbentuk seperti tanduk. Hal ini disesuaikan dengan ajaran Islam yang melarang memepercayai kekuataan lain selain dari keuasaan Allah yang Esa (satu). Hal ini menyebabkan makna dari bubungan tersebut tidak lagi menjadi hal penting yang harus disembah tapi hanya sebagai pertanda atau hiasan saja yang mencirikan rumah Bima. 

Baca Selengkapnya | Komentar

Jenis dan Tingkatan Bahasa di Bima

28/06/12

Jenis dan Tingkatan Bahasa
Aksara bahasa Bima banyak persamaan dengan aksara Makasar kuno dan apabila kedua aksara tersebut dibandingkan dengan aksara sansekerta, maka dapat dipastikan asal usul keduanya berasal dari aksara sansekerta (Zollinger).
Baca Selengkapnya | Komentar (5)

Foto Bima

Lihat Foto Lain»

Destinasi Wisata

Lihat Selengkapnya »

Budaya Bima

Lihat Selengkapnya »

Kuliner Bima

Lihat Selengkapnya »
 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger