Wunga Loading... Kalembo Ade

Suku Asli dan Pendatang di Bima


Dari penelitian Zollinger (1847) berpendapat bahwa Dou Donggo (Donggo Di) dan penduduk Bima di sebelah timur laut teluk Bima (Dou Donggo Ele) menunjukkan karakteristik yang jelas sebagai ras bangsa yang lebih rendah, kecuali beberapa corak yang menunjukkan kesamaan dengan orang-orang Bima di sebelah timur Teluk Bima. Sedangkan penelitian Elber Johannes (1909-1910) menyimpulkan pada dasarnya orang Bima yang tinggal di sekitar ibukota ada ras bangsa yang lebih tinggi, hidup pula ras bangsa campuran yang bertalian dengan oranhg Bugis dan Makasar yaitu ras bangsa Melayu Muda. Penelitian terhadap anggota masyarakat Bima yang lebih tua menunjukkan suatu kecenderungan persamaan dengan orang sasak Bayan di Lombok. Orang Donggo dan Sasak Bayan memiliki kesamaan ciri yaitu berambut pendek bergelombang, keriting, dan warna kulit agak gelap.

Kelompok kedua yang lazim disebut Dou Mbojo menghuni kawasan pesisir pantai dan merupakan suatu ras bangsa campuran dengan orang Bugis-Makasar dengan ciri rambut lurus sebagai orang Melayu di pesisir pantai.  Dalam pencatatan Kitab BO, bahwa para ncuhi berasal dari Hindia Belakang (Indo Cina) sebagai asal-usul dari penduduk di pesisir pantai. Selain itu, terdapat pula beberapa etnis yang berasal dari beberapa wilayah di luar Kabupaten Bima yang merupakan masyarakat pendatang. 
Untuk lebih jelasnya mengenai Penduduk atau masyarakat yang pernah maupun masih berpengaruh terhadap kebudayaan Bima dapat dibagi dalam beberapa kategori, yaitu :
  1. Dou Donggo, yang merupakan masyarakat asli atau yang pertama kali memiliki kehidupan dan mengembangkan kebudayaannya di Bima. Mendominasi kehidupan pada masa Naka-Ncuhi yang berlangsung sejak sebelum abad VIII
  2. Masyarakat Jawa, yang merupakan cikal bakal dari dari raja-raja Bima dan raja-raja di Sulawesi Selatan. Mereka beragama Hindu Dharma (Syiwa), namun tidak menunjukkan pengaruh keagamaan di Bima. Kedatangan mereka dan pengaruh Hindu Erlangga dari Kerajaan Sumedang pada abad XI dan misi Panglima Nala pada abad XIV. Sang Bima sebagai raja pertama Bima sudah memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Ncuhi Dara sebagai pemimpin Bima pada masa sebelumnya. Sehingga kedatangan Sang Bima diterima dengan baik dan melangsungkan pernikahan dengan salah satu putri dari ncuhi.
  3. Dou Mbojo (orang Bima), yang merupakan pembauran antara kaum pendatang dari Makasar dengan penduduk asli yang menerima kebudayaan masyarakat pendatang. Kehidupannya diwarnai oleh perpaduan kedua kebudayaan. Mereka datang ke Bima sejak abad XIV. Dan pada abad XVII hubungan kuat dan pengaruh keagamaan dari orang Makasar menjadikan Bima sebagai Kerajaan beragama resmi Islam dengan kepemimpinan kesultanan.
  4. Orang arab dan melayu, pada umumnya berasal dari Minagkabau dan Sumatera lainnya. Mereka datang sebagai mubaliq dan pedagang namun dalam jumlah yang tidak banyak. Sebelumnya mereka telah menyebarkan agama Islam dan diterima baik di Makasar dan daerah Sulawesi lainnya. Selain itu, orang arab dan pembawa misi Islam lainnya berasal dari Banten dan Demak melalui hubungan perdagangan pada abad XVI
  5. Pendatang lainnya, datang ke Bima dengan latar belakang berbeda antara satu dengan lainnya. Namun umumnya kedatangan mereka untuk bekerja yang kemudian hidup menetap bahkan menikah dengan masyarakat Bima. Kedatangan masyarakat pendatang ini mulai banyak sejak penggabungan Bima dengan negara kesatuan RI.   Dan biasanya masih memiliki hubungan masa lalu dengan Bima. Misalnya masyarakat dari Jawa yang memiliki hubungan dengan Bima sejak masa kerajaan; Masyarakat bagian timur seperti Flores, Ambon, Timur yang pernah menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Bima; masyarakat Sulawesi (terutama Makasar) yang memiliki hubungan kekeluargaan bahkan menjadi cikal bakal Dou Mbojo. Masyarakat Bali, Sumbawa dan Lombok yang pernah mengalami persamaan sejarah. Pernah berada dibawah pengaruh dan kekuasaan Hindu dan Islam; baik dari Jawa, arab maupun melayu. Selain itu, faktor kedekatan wilayah  dan mencari pekerjaan karena keinginan sendiri maupun tuntutan tugas dari pemerintah menyebabkan kedatangan mereka.  


Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger