Tampilkan postingan dengan label Mbojo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mbojo. Tampilkan semua postingan

Sistem Ruang di Desa Maria, Kecamatan Wawo Kabupaten Bima - NTB

08/09/16

Sistem Ruang di Desa Maria

Sistem Ruang Berdasarkan Waktu
Unsur-unsur kebudayaan di Desa Maria yang terdiri dari Fase Ncuhi, Fase Kerajaan, Fase Kesultanan, Fase Penjajahan dan Fse Sekarang. Memiliki pengaruh terhadap sistem ruang berdasarkan waktu. Dalam hal ini ruang terbagi dalam ruang permanen dan ruang temporer. Ruang permanen terlihat dari benda-benda hasil budaya berbentuk bangunan ataupun tempat yang nyata, dapat dilihat dan permanen. Sedangkan ruang temporer berupa aktifitas budaya yang dilakukan oleh masyarakat yang sifatnya hanya sementara waktu. Ketika aktifitas budaya tersebut uasai maka ruang yang terbentukpun menjadi hilang (tidak ada) ruang tersebut kembali ada setelah masyarakat mengulang aktifitas tersebut. 
Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Daftar Isi

24/07/12


Daftar isi Mbojo Network

Baca Selengkapnya | Komentar

Mbojo Berasal Dari Bissmillahirrahmaanirrahim?

21/05/12

Perspektif Alternatif tentang Bima
Oleh: Dr. Syarifuddin Jurdi

Diambil dari salah satu bagian buku Syarifuddin Jurdi “Islam, Masyarakat Madani dan Demokrasi di Bima” (Yogyakarta, CNBS, 2007)

Barangkali kelaziman dan luasnya penerimaan warga masyarakat tentang asal mula nama Bima telah membawa kepada suatu kesimpulan yang juga umum diterima sebagai sebuah konsensus sosial politik warga masyarakat Bima, bahwa Bima berasal dari nama Sang Bima – yang nama itu sendiri hingga kini masih bersifat legenda, mitos dan bahkan dapat dianggap sebagai takhayul yang keabsahan dan kebenarannya masih harus dibuktikan secara hostoris dan normatif – sungguhpun upaya pembuktian belum juga dilakukan secara serius oleh pihak-pihak yang kompoten terutama dalam studi sejarah, baik oleh kalangan pemerintah, elite intelektual, tokoh masyarakat dan keagamaan.

Baca Selengkapnya | Komentar

PP-BTI "Pedagang Ikut Berkiprah Demi Kota Bima"

06/05/12

Pembentukan Persatuan Pedagang `Bhinneka Tunggal Ika` (PP-BTI) bertujuan meningkatkan persatuan dan kesatuan pedagang di Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Demikian ungkap Hendri Gusman, selaku pendiri sekaligus Ketua Umum PP-BTI Kota Bima di Komplek Pasar Raya Bima, Sabtu (5/5/2012) sore.

Kepada BeritAnda.com, Hendri Gusman menyampaikan, PP-BTI Kota Bima telah terbentuk pada tanggal 23 Maret 2012. Di samping meningkatkan persatuan dan kesatuan seluruh pedagang dari berbagai etnis, PP-BTI juga, lanjut dia, menginginkan agar seluruh pedagang itu bisa berkiprah demi kemajuan Kota Bima.

"Kita merangkul semua etnis yang profesinya sebagai pedagang untuk menjadi anggota PP-BTI," papar Hendri, saat bersama Sekretaris PP-BTI, A. Syukur MT.
Baca Selengkapnya | Komentar

Diduga Gelapkan Dana, Mantan Bendahara Dikes Kab. Bima, Kabur

Kasus dugaan penipuan dan penggela¬pan yang dilakukan oleh mantan bendahara Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, Siti Fatimah, hingga kini masih ditangani secara serius oleh Inspektorat dan juga penyidik Kepolisian, meskipun laporannya bersifat pengaduan. Selain melakukan dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai milyaran rupiah, oknum mantan bendahara itupun ternyata sudah empat bulan terakhir meninggalkan tugasnya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). 
Hal inipun dibenarkan oleh atasannya, Kepala Dikes Kabupaten Bima, drg. Hj. Siti Hadjar Yoenoes, yang dihubungi wartawan via handphone. 
“Benar, dia (mantan bendahara, red) meninggalkan tugas selama empat bulan,” akunya. Kadiskes mengatakan, pihaknya sudah mencoba menghu¬bungi oknum tersebut, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat bahkan kabarnya dia telah kabur keluar daerah. 
“Mengetahui dia telah kabur, kami sudah melaporkan kepada BKD utnuk ditindak lanjuti dan diproses secara administrasi,” katanya. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Profil Kota Bima

29/04/12

Nama Resmi : Kota Bima
Ibukota : Bima
Provinsi : Nusa Tenggara Barat
Batas Wilayah :
Wilayah administratif Kota Bima berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bima, Yaitu :
Utara :  Kecamatan Ambalawi
Timur :  Kecamatan Wawo
Selatan : Kecamatan Palibelo
Barat : Teluk Bima
Luas Wilayah : 222,25 Km2
Jumlah Penduduk : 148.262 Jiwa 



Wilayah Administrasi :
Kecamatan : 5
Kelurahan : 38
Desa : -
(Permendagri No.66 Tahun 2011)


Sejarah
Kota Bima yang awalnya merupakan kota administrasi Bima, terbentuk pada tanggal 10 April 2002 melalui Undang-Undang tentang Pembentukan Kota Bima Nomor 13 Tahun 2002. Terdapat berbagai pertimbangan yang medasari pembentukan Kota Bima yang merupakan perwujudan dari aspirasi masyarakat khususnya masyarakat Kota Bima. Pertimbangan-pertimbangan tesebut pada dasarnya terkait dengan pertimbangan politis dan pertimbangan pengembangan ekonomi dan pembangunan regional dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Ditinjau dari pertimbangan politis, terdapat dua opsi yang harus dipilih oleh Pemerintah Kota Administratif Bima sehubungan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah pada saat itu. Opsi yang pertama adalah Pemerintah Kota Adnministratif Bima harus menjadi kota yang otonom sedangkan opsi kedua adalah dihapuskannya status kota administratif jika Bima tidak memenuhi ketentuan untuk ditingkatkan statusnya menjadi daerah otonom.

Memilih opsi yang kedua berarti melupakan sejarah panjang tujuh belas tahun menuju pembentukan Kota Administratif Bima. Oleh karenanya, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bima harus mempersiapkan proses peningkatan statusnya menjadi daerah kota yang otonom, apalagi batas waktu proses peningkatan status ini pada saat itu hanya sampai bulan Mei 2001.

Suatu penelitian awal dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2000 oleh Tim Teknis dari Pemerintah Kabupaten Bima, yang bertujuan untuk memberikan masukan ataupun berbagai informasi yang berkaitan dengan bidang-bidang sosial, ekonomi, pemerintahan, politik, pertahanan dan keamanan serta keadaan fisik di lapangan yang dapat digunakan sebagai bahan analisis dan penilaian terhadap kelayakan peningkatan status Pemerintahan Kota Administratif Bima menjadi Pemerintah Daerah Kota Bima. Dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah Pasal 5 ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut: “Daerah dibentuk berdasarkan pertimbangan kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, jumlah penduduk, luas daerah dan pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.”

Melalui serangkaian proses penilaian oleh Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, yang antara lain melalui ekspos Pemerintah Kabupaten Bima di hadapan Tim Independen dari Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia yang ditunjuk sebagai Tim Pengkaji Pemekaran wilayah, Sekretaris Negara mengeluarkan memorandum yang menjelaskan bahwa kesepuluh rancangan Undang-undang tentang Pembentukan 22 Daerah Otonom, termasuk Kota Bima, yang disampaikan kepada Presiden pada tanggal 11 Maret 2002 telah mendapatkan persetujuan DPR RI dalam rapat paripurna ke-28 masa persidangan III Tahun Sidang 2001-2002. Akhirnya, pada tanggal 10 April 2002 Undang-Undang Tentang Pembentukan Kota Bima Nomor 13 Tahun 2002 di Provinsi NTB disahkan.

Nilai Budaya
Museum Asi Mbojo, kuburan Tolobali, bukit Danatraha (kompleks makam Kesultanan Bima) dan Benteng Asakota



Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info_Mbojo
Baca Selengkapnya | Komentar

Ditinggal Kekasih karena Kaki Lumpuh

09/02/12

Tragedi di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), 24 Desember lalu, menyisakan duka mendalam bagi para korban. Ada yang kehilangan nyawa, ada pula yang kehilangan masa depan.
Siti Rahma masih berduka. Perempuan 35 tahun itu kehilangan Arif Rahman (19), keponakan sekaligus anak angkatnya, yang tewas karena peluru polisi dalam insiden di Pelabuhan Sape akhir tahun lalu. Yang menyesakkan, tragedi pilu tersebut terjadi di depan mata Siti. ’’Dia (Arif Rahman, Red) sudah seperti anak saya sendiri,” ungkap perempuan tiga anak itu, (6/2).
Baca Selengkapnya | Komentar

Bupati Tidak Menghadiri Rapat Akbar

07/02/12

Bupati H. Ferry Zulkarnaen, ST

Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnaen, ST Senin siang tadi (6/2) tidak menghadiri acara rapat akbar yang digelar warga Lambu di Lapangan Temba Romba Lambu. Tidak diketahui alasan yang jelas terkait tidak hadirnya Bupati tersebut.
Selain Bupati, Gubernur NTB TGH. Zainul Majdi yang semula direncanakan akan menghadiri kegiatan itu pun tidak terlihat dilokasi pertemuan.
Sama halnya dengan Bupati, alasan terkait ketidak hadiran orang nomor satu Provinsi NTB tersebut itu pun tidak diketahui. Padahal warga Lambu sangat mengharapkan kehadiran Gubernur atau pejabat yang mewakili dalam pertemuan tersebut. Sementara untuk anggota DPR RI sendiri tidak berkesempatan hadir karena ada agenda rapat paripurna yang tidak bisa ditinggalkan.  Namun informasinya mereka akan turun ke Lambu tanggal 20 Februari 2012 mendatang untuk bertemu dengan warga secara langsung.


Baca Selengkapnya | Komentar

Warga Lambu Hadiri Rapat Akbar

Ratusan warga lambu hadiri rapat akbar, senin (6/2)

Rapat Akbar yg digelar Senin siang (6/2) sekitar pukul 13.00 wita di Lapangan Temba Romba Kecamatan Lambu dihadiri oleh ratusan warga Lambu. Meski diguyur hujan, namun warga tetap antusias mengikuti pertemuan tersebut.
Dilokasi pertemuan, mewakili pemerintah daerah Kabupaten Bima hadir Camat Lambu Drs. Mustafa, M.Ap dan juga Sekretaris Camat Lambu. Sementara dari lembaga legislatif diwakili oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima, Drs. H. M. Najib Ali dan juga lima anggota Dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Diantaranya, Firdaus, SH, Muhamad Aminurlah, SE, Ahmad, Sumadin dan juga Junaidin.
Baca Selengkapnya | Komentar

Aktifitas Pelayanan di Lambu Kembali Normal


Pasca insiden pengerusakan sejumlah instansi pemerintah di Kecamatan Lambu satu bulan lalu, aktifitas pelayanan pemerintah di Kecamatan Lambu mulai normal. Hal tersebut disampaikan oleh Camat Lambu, Drs. Mustafa, M.AP yang diwawancarai usai pertemuan akbar, Senin siang (6/2) Mustafa mengaku, aktifitas pemerintah tersebut mulai normal sejak tiga hari lalu. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Pemkab Bima Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Kantor Bupati

03/02/12


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima meminta kepada kepolisian segera menangkap dan memproses secara hukum pelaku anarkis yang telah merusak dan membakar Kantor Bupati Bima.


Baca Selengkapnya | Komentar

Menyerahkan Diri, Tersangka Bentrok Bima Langsung Divonis

31/01/12

7 Dari 50 tahanan yang melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Bima menyerahkan diri. Dua di antaranya langsung disidangkan dan divonis hukuman 2 bulan 7 hari.
Baca Selengkapnya | Komentar (2)

JK: Aparat Memang Berpihak pada Pemodal


Peristiwa bentrokan yang terjadi di Mesuji dan di Sape, Bima antara masyarakat dengan kepolisian menurut mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengutarakan memang aparat kepolisian berpihak kepada pemodal dalam hal ini pemilik perusahaan.
Baca Selengkapnya | Komentar (1)

Tahanan Rutan Raba - Bima Serahkan Diri

Sejumlah tahanan Rutan Bima, Nusa Tenggara Barat, yang dilarikan massa saat kerusuhan Kamis lalu, menyerahkan diri ke polisi, Senin (30/1). Para tahanan ini dilarikan keluar rutan oleh massa yang marah karena SK izin tambang belum juga dicabut Bupati Bima.
Baca Selengkapnya | Komentar

Jero Wacik Mengaku Bupati Bima Sudah Cabut SK 188

26/01/12

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, memastikan Surat Keputusan Bupati Bima Nomor 188 tahun 2010 tentang Izin Usaha Pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) sudah dicabut.
"Bupati Bima sudah cabut SK Nomor 188, banyak korban dulu baru mau (dicabut)," kata Jero di Jakarta, Kamis 26 Januari 2012.

Baca Selengkapnya | Komentar

Kasus Sape, Anggota Komisi III DPR Desak Kepolisian Tindak Anggotanya

25/01/12

Kepolisian didesak segera menjerat pidana anggota yang menembaki para pendemo di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Pasalnya, menembaki orang hingga tewas melanggar tindak pidana.
Baca Selengkapnya | Komentar

Rapat Konsultasi Bupati dan DPRD Bahas SK 188, PT. SMN

Bupati Bima H. Ferry Zulkarnaen, ST pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wita menggelar rapat konsultasi dengan anggota DPRD Kabupaten Bima untuk membahas persoalan Lambu, di ruang sidang utama DPRD setempat. Rapat konsultasi yang dihadiri lengkap tiga unsur pimpinan dewan, anggota dewan, Sekda Kabupaten Bima dan beberapa dinas terkait itu berlangsung alot.
Baca Selengkapnya | Komentar

DPRD Kabupaten Bima Segera Panggil PT. SMN

DPRD Kabupaten Bima berencana untuk segera memanggil PT. SMN untuk melakukan klarifikasi terkait kelengkapan berkas yang dimiliki oleh PT. Sumber Mineral Nusantara (SMN).
Rencana tersebut setelah mendengar masukan dan desakan dari beberapa anggota dewan dalam rapat konsultasi dengan Bupati Bima H. Ferry Zulkarnaen, ST, di ruang sidang utama DPRD setempat, pagi tadi.

Baca Selengkapnya | Komentar

Pemkot Bima Kumpulkan Dokumen Sejarah Lahirnya Kota Bima

23/01/12

Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, tengah berupaya mengumpulkan dokumen penting mengenai latar belakang lahirnya daerah  tersebut untuk dijadikan arsip sejarah.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Bima Hj Sri Ratnawati, di Raba (Kota Bima), mengatakan, berbagai dokumen sejarah itu kini masih tersebar di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), karena belum adanya gedung arsip yang representatif.
Baca Selengkapnya | Komentar

Banjir Bandang Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima

21/01/12

Hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, selama dua jam berdampak buruk. Ratusan rumah di Kecamatan Bolo diterjang banjir bandang. Di sejumlah titik bahkan ketinggian air mencapai satu meter, Kamis kemarin (19/1/2012).
Baca Selengkapnya | Komentar

Foto Bima

Lihat Foto Lain»

Destinasi Wisata

Lihat Selengkapnya »

Budaya Bima

Lihat Selengkapnya »

Kuliner Bima

Lihat Selengkapnya »
 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger