Wunga Loading... Kalembo Ade
Home » , , » Terminologi Rasa (Kampung) Desa Sambori

Terminologi Rasa (Kampung) Desa Sambori


Rasa atau kampung adalah lahan yang dipergunakan untuk perkampungan penduduk. Masyarakat Sambori awalnya hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka diikat oleh hubungan keluarga atau klan, seperti orang tua dan anak beserta anggota keluarga lainnya. Sebelum mengenal uma lengge, mereka tinggal di rumah menyerupai gubuk atau disebut Sapo. Mereka menguasai tanah di sekitar dimana mereka tinggal barsama anggota keluarga. Apabila salah satu anggota keluarga mereka menikah, orang tua akan memberikan lahan untuk membangun rumah di sekitar rumah orang tua. Untuk mendirikan rumah ini mereka tidak perlu meminta ijin kepada ncuhi.
Setelah berinteraksi antar kelompok, mereka menjadi kelompok yang lebih besar dan berkembang menjadi sebuah perkampungan (rasa). Perkampungan-perkampungan kecil yang letaknya terpisah, seperti Due dan Tuki, berbaur menjadi perkampungan yang lebih besar. Kini, perkampungan tersebut dinamakan Sambori Ntoi (Sambori Lama). Disinilah terdapat beberapa perkampungan tua seperti Due, Sengari Me’e, Mundu, dan Kakeru. Mereka kini berbaur antara penghuni pemukiman yang satu dan lainnya meskipun di Sambori Ntoi masih dijumpai pengelompokkan penduduk lama.

Salah satu karakter fisik masyarakat Sambori ditandai oleh bangunan Uma Lengge (rumah lumbung) yang hanya ditopang oleh empat tiang. Rumah tanpa paku yang beratapkan alang-alang ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai tempat tinggal (to’o kai) sekaligus lumbung padi (pompa). Uma lengge merupakan rumah panggung yang terdiri dari tiga tingkat setinggi 12 m dengan bentuk kerucut. Tingkat pertama digunakan sebagi tempat duduk dan memiliki fungsi sosial, seperti untuk upacara-upacara adat, berinteraksi dengan tetangga atau bercengkerama dengan anggota keluarga. Tingkat ketiga merupakan ruang utama berukuran 4 X 4 m yang dipakai untuk tempat tidur sekaligus dapur. Paling atas merupakan lumbung untuk penyimpanan padi dan hasil bumi lainnya (Haris, 1996).

Lihat Desa Sambori dengan skala besar
Karakteristik yang demikian menjadikan uma lengge tidak dapat menampung anggota keluarga yang besar. Mereka akan membangun uma lengge apabila anggota keluarga sudah mulai beranjak dewasa. Orang tua akan menempati uma lengge lama, sedangkan anggota keluarga dewasa menempati uma lengge yang baru. Hal ini mendorong mereka sering menginap atau tinggal di ladang yang biasanya dilakukan oleh orang tua.




Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info Mbojo


My Great Web page
Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger