Tampilkan postingan dengan label Upacara Adat Bima. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Upacara Adat Bima. Tampilkan semua postingan

Budaya Leka, Mengarak Pengantin Di Desa Tangga

16/07/12

(Foto: Iwan Tezar)
Salah satu budaya upacara pernikahan masyarakat Bima dahulu khususnya di desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima adalah dengan cara Leka yakni dengan mengarak pasangat pengantin mengelilingi kampung.
Leka adalah salah satu bentuk upacara sosialisasi atau dalam bentuk pawai atau arak-arakan diiringi penabuh gendang rebana yang mana pada saat itu sang pengantin perempuan diusung bak seorang ratu diatas kereta kencana. Samping kiri kanannya beberapa orang pengusung petromak bak prajurit pengawal yang mengantarkan sang pengantin di pelaminan yang disediakan.
Baca Selengkapnya | Komentar

Nika ro Neku, Upacara Perkawinan Masyarakat Bima - Mbojo

12/06/12


Nika ro Neku adalah proses perkawinan dengan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan sebelum perkawinan diantaranya yang biasa dilakukan oleh masyarakat Mbojo adalah Cepe Kanefe, Wi’i Nggahi, Nuru, dan Panati.
A. Cepe Kanefe
Sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat ketika anaknya masih bayi,, sudah mulai dicarikan jodohnya dengan bayi seumur lawan jenisnya, agar setelah dewasa nanti tidak boleh kawin dengan orang lain.
Untuk memperkuat perjanjian diantara kedua orang tuanya melakukan Cepe Kanafe ( tukar popok ) antara milik bayi laki-laki dengan milk bayi perempuan.

Baca Selengkapnya | Komentar

Ndoso ro Suna, Upacara Khitanan Masyarakat Bima - Mbojo


Ndoso ro Suna adalah sebuah acara adat untuk melakukan khitanan massal yang diadakan setelah panen oleh sahibul hajat bersama-sama dengan kerabat keluarganya.
Menjelang palaksanaan upacara ndoso ro suna diadakan musyawarah yang dihadiri oleh pemuka agama dan Pamong Desa agar dapat:
  1. Menentukan hari yang baik untuk pelaksanaan upacara adat.
  2. Pembentukan Panitia pelaksanaan yang terdiri dari Ompu Parenta, Wai Ruka, Ompu Paruga, Oi ro afi, Ngaha ro nono dll.
  3. Menghimpun anak-anak yang dikhikitankan.
  4. Mengumumkan bahan-bahan yang tersedia.
  5. Menentukan hari untuk mengambil padi dari lumbung, menumbuk, menepung, , mengambil kayu bakar dan membuat dodol.
  6. Mengundang masyarakat secara lesan dari kampung ke kampung.
  7. Mendirikan panggung ( paruga ) tempat pelaksanaan upacara.

Baca Selengkapnya | Komentar

Upacara Kehamilan dan Kelahiran Masyarakat Bima - Mbojo


NGGANTA RO WA’A (PRA KELAHIRAN)
Dalam bahasa Mbojo (Bima) ngganta artinya mulai ngidam atau hamil muda. Sedangkan wa’a adalah pembawaan seseorang apabila sedang mengandung seperti : 
Baca Selengkapnya | Komentar

Pamali Manggodo, Upacara Buka Lahan di Desa Sambori

09/06/12


Setiap peristiwa-peristiwa penting selalu diikuti dengan serangkaian upacara. Seperti halnya dengan kegiatan-kegiatan pertanian. Sebelum membuka ladang, dilakukan upacara khusus dilahan yang akan dibuka untuk meminta agar tanaman ladang mereka tidak diserang wabah, seperti ulat, tikus, burung, babi, dan sebagainya. Mengawali musim tanam, penduduk biasanya melakukan “kunjungan” di parafu untuk meminta ijin melakukan kegiatan di ladang. Pada saat panenpun mereka melakukan upacara sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang mereka peroleh. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Tahapan Upacara Perkawinan Bima


Berikut tahapan penyelenggaraan upaca adat pernikahan masyarakat Bima - NTB.
Baca Selengkapnya | Komentar

Tradisi Kaboro Co'i Pada Perkawinan Masyarakat Bima

23/05/12


Pengertian  Kaboro Co'i  ungkapan yang dikenal di tengah-tengah masyarakat Bima (Dou mbojo), dalam arti yang sederhana Kaboro Co'i adalah sebuah proses pengumpulan mahar pada pihak keluarga calon mempelai laki-laki yang mana proses ini dilakukan oleh masyarakat yang ada dalam satu desa dengan maksud dan tujuan agar bisa membantu keluarga yang berhajat. Tradisi Kaboro Co'i merupakan salah satu dari beberapa tradisi perkawinan yang ada di Kabupaten Bima, khususnya Kecamatan Monta. Tradisi ini dilaksanakan oleh setiap anggota masyarakat yang akan melangsungkan perkawinan. Dalam perkawinan masyarakat Bima (Dou Mbojo) tradisi ini sangat penting tidak memandang status sosial baik orang yang berhajat itu orang yang miskin ataupun yang kaya harus yang semuanya itu akan tetap melewati prosesi pengumpulan mahar.
Baca Selengkapnya | Komentar

Mengenal Upacara Adat Hanta U'a Pua

21/05/12


Upacara adat Hanta U’a Pua yang diselenggarakan kembali kali ini, memberikan arti tersendiri bagi masyarakat Bima terutama Majelis Adat Dana Mbojo. Bagaimana tidak, menurut Hj. Siti Maryam, Ketua Majelis Adat ini, sejak tahun 1950-an saat peralihan pemerintahan dari Kesultanan menjadi Pemerintahan Swapraja, kegiatan ini sempat terhenti dan tidak mampu sepenuhnya dihidupkan kembali. Usaha menghidupkan kembali tradisi ini bukannya tidak pernah dicoba, namun terbentur kendala karena situasi politik yang menggesek, tarik ulur. “Pernah dicoba sekali di tahun 1980-an dan sekali di tahun 1990-an, serta tahun 2003 lalu” kata Siti Maryam.
Diselenggarakannya kembali tradisi Hanta U’a Pua kali ini, menurutnya, merupakan pertanda baik karena mendapat sambutan positif baik masyarakat maupun pemerintah. Kelihatannya masyarakat Bima tampak lebih antusias kali ini, ujarnya. bagi Majelis Adat Dana Mbojo, melestarikan nilai budaya asli Bima yang dirayakan oleh masyarakat Bima secara umum seperti ini, merupakan salah satu agenda penting yang harus segera dibenahi, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. “Sejarah jangan sampai putus. Ini kekayaan yang tidak bisa dinilai dengan materi,” kata Budayawan yang kini konsen menulis dan mengumpulkan sejarah Bima di masa lampau ini. Hanta U’a Pua, tradisi Bima yang rencananya akan terus hidup kembali karena penyelenggaraannya akan dilakukan setiap tahun, lanjutnya.
Baca Selengkapnya | Komentar

Upacara Adat Dou Donggo dan Dou Mbojo

Dalam bahasa Mbojo, upacara adat disebut “Rawi Rasa” Rawi Rasa berarti semua kegiatan yang dilakukan secara gotong-royong oleh seluruh masyarakat. Rawi rasa terdiri dan dua jenis kegiatan, yaitu rawi mori dan rawi made.  Yang dimaksud dengan rawi mori ialah kegiatan yang berhubungan dengan upacara kehamilan, kelahiran, khitanan dan pernikahan. Sedang rawi made ialah upacara yang berhubungan dengan kematian. Khusus bagi rawi made dilakukan berdasarkan hukum Islam. Sehingga tidak ada upacara adat yang dilakukan pada rawi made.

Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Prosesi Pernikahan Dou Mbojo (Orang Bima)

19/05/12


Pernikahan atau nika ra neku dalam tradisi Bima memiliki aturan baku. Aturan itu cukup ketat sehingga satu kesalahan bisa membuat rencana pernikahan (nika) menjadi tertunda bahkan batal. Dulu, seorang calon mempelai laki-laki tidak diperkenankan berpapasan dengan calon mertua. Dia harus menghindari jalan berpapasan. Jika kebetulan berpapasan makan calon dianggap tidak sopan. Untuk itu harus dihukum dengan menolaknya menjadi menantu. Aturan yang ketat itu tentu menjadi bermakna karena ditaati oleh segenap anggota masyarakat. Kini, tentu saja aturan tersebut sudah ditinggalkan. Misalnya ngge’e nuru atau tinggal bersama calon mertua untuk mengabdi di sana.
Baca Selengkapnya | Komentar (3)

Pakaian Pengantin Khas Bima (Mbojo)

08/01/12


Penduduk Bima merupakan perpaduan dari berbagai suku, etnis dan budaya yang menyebar dari seluruh pelosok Tanah Air. Pembentukan masyarakatnya pun lebih dominan berasal dari imigrasi yang dilakukan oleh pendatang yang berasal dari daerah-daerah sekitar seperti Makassar, Bugis dengan mendiami wilayah pesisir Bima. Mereka umumnya berbaur dengan penduduk asli, salah satu caranya dengan melakukan perkawinan dengan gadis-gadis asli Bima. Mata pencaharian penduduknya cukup bervariasi seperti petani, pedagang, nelayan atau pegawai pemerintahan.

Baca Selengkapnya | Komentar (1)

Foto Bima

Lihat Foto Lain»

Destinasi Wisata

Lihat Selengkapnya »

Budaya Bima

Lihat Selengkapnya »

Kuliner Bima

Lihat Selengkapnya »
 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger