Wunga Loading... Kalembo Ade
Home » , , , » Asal Usul Pola Penyebaran Masyarakat Wawo

Asal Usul Pola Penyebaran Masyarakat Wawo

Pesanggarahan Wawo Tahun 1927
Pola Pemukiman 
Setelah selesainya pembuatan jalan yang menghubungkan Bima dengan pelabuhan Sape tahun 1914 atas perintah ruma Bicara dari kesultanan Bima menghimbau agar semua perkampungan yang jauh dari jalan raya supaya memindahkan perkampungannya dekat dengan jalan raya. Rasatoi mulai ditinggalkan oleh masyarakat Maria tahun 1919 menuju Rasawoha (Piripeto, Lanco, dan Mangge Kanda), selama beberapa tahun saja mereka bermukim di Rasawoha, kemudian tahun 1924 berangsur-angsur pindah lagi ke sisi kiri-kanan jalan raya sehingga terjadi nama-nama baru dari perkampungan tersebut seperti:

  • Kampung Oi Wobo berlokasi di sekitar mata air Oi Wobo, mereka ini berasal dari Kampung Rasabou dan Piri di Rasatoi yang merupakan kampung asal orang Minang.
  • Kampung Foomboto menempati areal yang banyak pohon mangga, mereka ini berasal dari kampung Mangge di Rasatoi yaitu kampung asal orang Makasar. Sedangkan kampung orang Jawa di pindahkan di Desa Ntori.
  • Dou Mbojo menyebar di di berbagai desa karena jumlahnya lebih dominan. 
Pada awalnya pola pemukiman penduduk masih bersifat berkelompok-kelompok mengikuti jalan (leap frog). Makin lama, penduduk banyak yang melakukan pemindahan sehingga terjadilah pola pemukiman yang berbentuk pita secara linier. Dan sejak saat itu, bentuk pemukiman (Desa) yang dipagar keliling tidak berlaku lagi karena adanya arus pergerakan dan interaksi yang lebih bebas melalui jalan tersebut antara Sape dan Bima.
 
Pengaruh penjajah dalam bentuk jalan terlihat di dusun Oi Wobo atau Kampung Wonto sekarang. Di sekitar dusun ini, yang merupakan letak kantor Kecamatan (Jeneli) pada saat itu dan pesanggrahan (hotel dan kolam), dibuat jalan dengan pola grid yang letaknya di dusun wonto bagian selatan yang memiliki topografi datar. 
Pada masa ini, pentingnya kepemilikan tanah semakin disadari oleh masyarakat. Dimana tanah-tanah mulai memiliki nilai dan legalitas. Sehingga masyarakat akan berpikir dua kali apabila akan meninggalkan tanah miliknya.

Santabe ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso


Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info Mbojo


My Great Web page

Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger