Wunga Loading... Kalembo Ade
Home » , » Tata Busana: Siki Lanta, Pasangi, Songko Pela

Tata Busana: Siki Lanta, Pasangi, Songko Pela



A. Siki Lanta
  1. Siki lanta adalah sejenis kani sara (pakaian dinas upacara) kecil di Kesultanan Bima (upacara yang lebih ringan dari upacara yang memakai Sambolo SoncoPasangi, Kabaya Banta)
  2. Warna baku yang ditetapkan menurut majelis hadat adalah Putih. Sehingga Kani Sara disebut Siki Lanta.
  3. Urutan kelengkapan tata busananya adalah :
  • songko leme atau songko pucu, warna dasarnya hitam dan mempunyai strep logam perak dan emas, yang besarnya ditentukan oleh tingkat kepangkatan pemakai. Strep tersebut melingkari ujung bawah songkok.
  • baju jas tutup dan celana panjang berwarna putih polos.
  • dari pinggang sampai ± 3 jari di atas lutut dililit dengan kain kaku khas sehingga membentuk semacam rok yang disebut “weri siki”.
  • pada bagian pinggang disisipkan sebilah keris  yang hulunya dililit dengan “pasapu tahanloji” yaitu sehelai sapu tangan yang lebar dan disulam dengan benang emas atau perak
  • alas kaki sandal atau sepatu yang pantas

B. Pasangi
  1. Pasangi adalah sejenis “kani sara” (pakaian dinas upacara ) tertinggi di Bima yang ditetapkan untuk Upacara Hadat besar Kesultanan Bima. Pakaian ini digunakan pada waktu pelantikan pejabat tinggi, memakai menerima tamu dari kerajaan lain yang setingkat raja, upacara besar menurut klasifikasi hadat, perkawinan agung, dan sebagainya (lebih berat dari sambolo sonco dan kabaya banta)
  2. Tata kelengkapan busana

  • Untuk bagian kepala sama dengan pemakaian pada siki lanta, kecuali pada beberapa pejabat yang membawahi pasukan. Mereka memakai “panacu”.
  • baju dan celana dalam bentuk yang khas dan terbuat dari kain yang berbunga keemasan/keperakan (seperti kain perada Bali). Baju dan celana panjang inilah yang disebut Pasangi.
  • dari pinggang hingga 3 jari di atas lutut dililit siki nae. Untuk pejabat yang membawahi pasukan memakai weri siki secara ketat yang melilit daerah sekitar pinggang saja.
  • memakai ikat pinggang yang disebut “salepe mone” atau memakai ban sejenis stagen dari kain yang disulam yang disebut “baba” atau ban khusus yang disebut “talibaba”. Ban/stagen elain untuk memperkuat ikatan di pinggang juga sebagai tempat menyisipkan keris Tatarapa (keris jabatan). Untuk pejabat yang membawahi pasukan memakai 3 senjata disekeliling pinggangnya, yaitu: keris tatarapa, sondi dan saronggi.
  • Weri siki.
  • Alas kaki sandal atau sepatu
C. Songko Pela
Songko Pela atau cilo adalah tutup kepala atau songkok yang biasa dipakai oleh bangsawan tinggi sehari-hari, atau untuk menghadiri upacara dengan ketentuan, selain oleh bangsawan pemakai songko pela dapat berlaku bagi masyarakat biasa. Bentuk songko pela sama dengan songko leme, hanya saja pada songko pela bagian atasnya berbentuk datar atau tidak mencuat seperti songko leme.
D. Pakaian Wanita
Peran wanita di kesultanan dilakukan oleh isteri pejabat yang ikut membantu tugas suaminya. Selain itu terdapat pejabat wanita disebut Bora sanciwe. Mereka ikut duduk dalam Doho Sara atau Sidang Umum Majelis Hadat dan memakai kani sara (pakaian dinas), sebagai berikut :
  1. Untuk upacara hadat besar memakai baju poro (pendek) hitam atau keta (ungu). Sarung siri keta, Bali bako, atau me’e ma owa. Rambut dibuat samu’u Mbojo (sanggul ala Bima) dengan alas kaki sandal atau sepatu. Sarung diikat biasa (tanpa lipat wiru atau palika) ujung bawahnya serata sama kaki. Boleh memakai stagen, hiasan sanggul berupa kembang goyang, karabu, dan kalung tipis. Tapi tidak diperkenankan memakai gelang
  2. Untuk upacara menengah atau kecil, diperbolehkan memakai sarung Nggoli (asal tetap bercorak Bima)
  3. Untuk golongan muda, dapat memakai baju poro warna kere bote (warna bulu kera), dan memakai anting
  4. Untuk penari memakai baju poro penari. Para remaja diperkenankan memakai pakaian seperti penari.
  5. Para pejabat, baju poronya dihias dengan menempelkan “cepa” (logam mulia dalam bentuk sekuntum bunga).


Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info Mbojo


My Great Web page
Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger