Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi: Selamat Ulang Tahun

21/11/11

Malam terlalu dingin untuk menjelaskan
di matamu, maut tak lebih dari absurd malam
seperti cahaya bulan yg menyusup di sela daun
yang basah oleh hujan tadi sore

Sementara rindu tidak kurang dari empat musim
yang kau kekalkan lewat cerita
tentang hujan atau musim kemarau
dan waktu yang pernah kita abaikan

Aku tahu tatapan lebih bermakna dari kata
atau ungkapan tidak akan berarti melebihi isyarat
yah... aku masih disini
menunggu hujan yang melahirkan pelangi




Baca Selengkapnya | Komentar

Kontemplasi di Awal Hari

22/10/11



Kontemplasi di Awal Hari
Siapa kau?
Adalah kata yang tumbuh dalam lembaran puisiku
ini puisi untukmu
aku datang padamu
ketika layar perahumu
tak lagi mampu menjaring angin
dengan luka layar kau melaut
sendiri di samudera yang sunyi




Baca Selengkapnya | Komentar

Multatuli

08/10/11




Multatuli
ini hanya tentang aku
bukan engkau, dia, kalian, atau mereka...
kataku, ini adalah ODE buat air beriak
tak layak sebenarnya untuk menjadi sebuah sajak


Baca Selengkapnya | Komentar

Pesan Dalam Segenggam Air Danau


Pesan Dalam Segenggam Air Danau
Kawan...
jejak-jejak yang pernah kita tapaki
memanjang mengetuk pintu depan kamar
maka rindu-rindu pada jejak mendaki
membakar jiwa untuk melangkahi pagar






Baca Selengkapnya | Komentar

Matahari Tenggelam (Sajak Erik Altheko)

07/10/11

Oo.. Di tepi kolam batin (bersamamu)
ku saksikan matahari tenggelam
pun seribu burung
yang terbang mencari arah angin


Mencari pohon hijau gemerlapan
setelah kemarau bukan lagi kehendak alam
dan kau pun getir karenanya

Baca Selengkapnya | Komentar

Krematorium Matahari (Sajak Erik Altheko)

Mendengar lalat berdzikir di darah sapi
di pasar, kucing mengorek tong sampah yang terguling
tak ada tulang ikan
selain bau manusia yang pergi
Dan aku terluka oleh lipstik di bibirmu

Baca Selengkapnya | Komentar

Ritus Mawar Seribu (Sajak Erik Altheko)

06/10/11

1
Gairah cintaku berkobar padamu
dalam satu tarikan nafas
seribu matahari ku putar sekehendak ruhaniku
jiwa ceria, menari bersama seribu burung

Baca Selengkapnya | Komentar

Di Beranda Ini (Sajak Goenawan Muhammad)

05/10/11

Di beranda ini angin tak kedengaran lagi
Langit terlepas, ruang menunggu malam hari
Kau berkata: "pergilah sebelum malam tiba"
Kudengar angin mendesak ke arah kita


Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Sebuah Tanya (Sajak Soe Hok Gie)

Akhirnya semua akan tiba 
pada suatu hari yang biasa 
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui 

Apakah kau masih berbicara selembut dahulu 
memintaku minum susu dan tidur yang lelap? 
sambil membenarkan letak leher kemejaku 




Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Sepi Bernyanyi

Sepi bernyanyi
malam pun telah lama menepi
bulan tak terlihat lagi
terusir oleh mentari pagi

Baca Selengkapnya | Komentar

Lewat Angin Malam Ini

04/10/11

Malam ini langit bercerita padaku
tentang segala lakon
tentang keabadian dan kemusnahan
atau tentang bumi yang tak lestari

Baca Selengkapnya | Komentar

Tarian Pelangi

29/09/11

Aku hanya pemakna rindu
yang sering menghitung jarum-jarum jam
atau menatap tanggal pada kalender 
yang angka-angkanya berguguran 
seperti daun yang meranggas di musim semi

Baca Selengkapnya | Komentar

Di Kamar Sunyi

25/09/11

Masih terasa gurat kepedihan meradang
menahan rindu yang semakin sekelebat
di kotak jendela mengintip bulan langsat
Melewati kisi jiwa kerontang

Baca Selengkapnya | Komentar

Kontemplasi di Pagi yang Sejuk

24/09/11


Masih sulit kau memahami bibir yang bicara dan berubahnya roman muka
Pandang mataku saat bicara lihat pipiku akan kau lihat ribuan jejakmu
jika enggan untuk bicara diam akan katakan lebih dari maksudnya
Tentu kau tahu api sulit padam jika membara

Besarnya ombak tergantung dari angin yang mendera
Sulit memahami manusia

Mengungkap kesedihan dengan tangis

Mengungkap kebahagiaan dengan tawa




Tetapi keduanya meneteskan air mata
Tak perlu merasa terancam
Aku hanya sedang menawarkan cinta

Aku hanya bercermin padamu
Baca Selengkapnya | Komentar

Perempuan itu Malaikatku

23/09/11


Perempuan itu Malaikatku


Jika engkau terbaring dalam sakit
Apa yang mesti dikatakan pada
Sepasang mata bening yang
mengerjap menyebut kau, “Umi!”
Baca Selengkapnya | Komentar

Kepompong yang Menjadi Kupu-Kupu

Kepompong pada saatnya pasti akan menjadi kupu-kupu, kupu2 yang elok dan siap mengitari indahnya taman dengan wewangian bunganya. Bahkan ketika melewati tebing yg gersang, ia tetaplah kupu2 yg indah, ia tetap sebagai kupu2, tidak akan mjd seperti bunglon.
Kupu2 jarang terbang tinggi, bukan ia tak bisa, tapi ia tak mau, ia ingin kita menikmati indah sayapnya. Kupu2 yg bila mengepakkan sayapnya maka serbuk sari yg melekat akan terburai akan menjadi tunas2 baru yg kelak akan menjadi bunga yg indah, yg kelak menjadi bunga yg akan dihinggapi oleh buah cinta dari kupu2 yg sekarang.

Baca Selengkapnya | Komentar

Sajak Singkat

22/09/11

Sebuah sajak untukmu
cukup singkat saja
yang mungkin bisa dibaca
dengan satu tarikan nafas

Aku merasakan kau
walau aku tidak menyentuhmu
Aku menyatakan padamu
saat aku tidak bicara padamu

Aku selalu memandangmu
Sedang aku tak melihatmu
Aku bahkan mencintaimu
bahkan ketika aku tidak menyukaimu

Kamar Sunyi GSF243
(diantara jaringan yang lelet dan udara yang meleh)
Baca Selengkapnya | Komentar

Secangkir Kopi dan Sebatang Rokok

16/09/11











Secangkir kopi, sebatang rokok
Ku mulai hari dengan pikiran liar
lalu aku bergegas menuju lorong
untuk merayu satu dua gayung keikhlasan sang air
Baca Selengkapnya | Komentar

Mozaik Kemerdekaan

26/08/11












Manusia terjebak dalam pusaran sejarah
tapi manusia sendiri jebakan bagi sejarah.
Setelah merdeka, republik mampu lalui dua kali agresi militer Belanda.
Jauh kemudian, Syahrir dan Hatta ingatkan,
penjajah tak cuma Jepang atau Belanda.
Penjajah bisa datang dari sesama bangsa.

Baca Selengkapnya | Komentar

Dunia Maya

18/07/11

Berputar dan berputar menjelajah dunia maya yang seperti tanpa batas membuat otakku penuh dengan imajinasi yang tak pernah terpuaskan. Membaca berita sampai memandang gambar yang membuat penasaran semakin memenuhi rongga saraf dan menyesakkan setiap nafas ini. Mencari sesuatu yang baru menjadi sebuah kewajiban begitu kabel ditancapkan dan terinteraksi dengan dunia yang samar tapi menarik ini atau sekedar membaca info terbaru di KASKUS.

Menemukan khayalan yang terbelenggu di pojok gelisah semakin memantapkan keinginan batin yang tak pernah terpuaskan. Mendapatkan teman yang nyatanya tidak pernah dikenal namun serasa begitu dekat bagaikan sahabat. Berjumpa dengan teman lama yang bertahun-tahun terpisahkan tetapi kenyataannya seperti asing. Dan semua itu memenuhi hari-hari yang begitu panas karena matahari tetap perkasa menyinari ujung rambut ini.
Poster sang legenda yang terpajang mengelilingi ruang 3 x 3 meter seperti selalu menatapku setiap layar monitor 17 inchi menampilkan ilusi yang siap direkam dalam memoriku. Lantai keramik 30 x 30 cm berwarna putih bercorak mungkin sudah bosan pasrah terinjak kaki telanjang. Kasur yang mulai tepos dan usang ternyata masih setia menemani pantat yang sama setiap hari dan setiap waktu tanpa pernah mengeluh. Dan lagu-lagu sang legenda terus dan terus tak sempat bosan menyemangati diriku menjadi sumber inspirasi yang belum pernah terngiang kejenuhan membangkitkan kenangan lama yang kadang terlupa.
Dari balik tirai kain berwarna hijau muda kadang berhembus angin mengibarkan rambut kusut yang tak pernah tersisir rapi ini. Sesekali menjatuhkan hiasan-hiasan diatas meja dan menebarkan debu yang membuat tenggorokanku gatal. Secangkir kopi pahit hampir tak pernah lupa tersaji didepan keyboard butut yang penuh dengan daki. Disamping asbak yang sesekali terisi abu rokok namun lebih sering menerima abu dari rokok selalu siap dengan tiap jentikan jemariku membuang abu rokok.

Dan ketika berkelana di dunia maya aku mendapatkan sebuah kehidupan yang benar-benar baru. Kebebasan berkisah dan berkeluh kesah menemani kesendirianku. Kenyataan yang sangat jauh dari kenyataan ini hanya aku dapatkan dari alam maya yang kenyataannya penuh kepalsuan. Kejelian mengamati dan meneliti sesuatu yang dapat dipertanggung jawabkan menyibukkan jariku. Mouse yang sudah berwarna kusam masih menjadi andalan untuk berkelana mencari kebenaran.
Dunia ini juga berisi pejuang, pengecut atau pecundang, dunia eksistensi yang tidak berani dilakukannya di dunia nyata.
Di dunia ini aku mengenalmu, perempuan yang tersimpan rapi di sebuah sisi yang teristimewa. engkaulah yang mampu melewati batas antara logika dan perasaan. Engkau yang menunjukanku jalan mana yang harus kulewati ketika berhadapan dengan sebuah simpang. engkaulah yang meyakinkanku dan mengajariku bagaimana mengalahkan emosi, dengan caramu sendiri tentunya.
engkau yang mengajariku bagaimana memulai dna tidak ada kata terlambat untuk memulai.
engakulah segala yang tak terkira...

Kamar Sunyi
GSF.243
Minggu 090111

Baca Selengkapnya | Komentar

Foto Bima

Lihat Foto Lain»

Destinasi Wisata

Lihat Selengkapnya »

Budaya Bima

Lihat Selengkapnya »

Kuliner Bima

Lihat Selengkapnya »
 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger