Wunga Loading... Kalembo Ade
Home » , » Tahapan Upacara Perkawinan Bima

Tahapan Upacara Perkawinan Bima


Berikut tahapan penyelenggaraan upaca adat pernikahan masyarakat Bima - NTB.
Tahap Palinga
Tahap palinga, proses penjajakan yang dilakukan seorang jejaka untuk mencari pasangan hidupnya. Bila ternyata si jejaka tersebut menyukai seorang gadis dan ingin memperistri maka pihak keluarga si pria akan mengirim utusan untuk mencari tahu apakah gadis yang disukai si jejaka telah ada yang memiliki atau belum. Bila belum dan si gadis tersebut menerima maksud kedatangan pihak keluarga pria maka tahap selanjutnya, pihak keluarga si jejaka akan datang untuk mengadakan pinangan secara resmi pada pihak keluarga wanita.

Tahap Meminang
Rombongan pihak calon mempelai pria mendatangi kediaman calon mempelai wanita. Pada saat itulah kedua belah pihak akan memulai pembicaraan. Bila dalam pembicaraan itu ditemukan kata sepakat maka kedua belah pihak akan memutuskan untuk menentukan hari, tanggal serta keperluan adat yang harus dipenuhi oleh pihak calon mempelai pria menjelang pernikahan.

Upacara Malam Kapanca
Pada malam hari sebelum akad nikah dikediaman calon mempelai wanita akan melaksanakan upacara malam kapanca, pemakaian daun pacar. Dengan memulung daun pacar, para ibu secara bergantian memasang daun pacar. Pemakaian daun pacar tersebut tidak hanya dikuku tapi juga ditelapak tangan calon mempelai wanita dan harus berjumlah ganjil, tujuh atau sembilan. Dengan diiringi zikir, ini dimaksudkan sebagai doa restu agar kelak calon mempelai wanita diharapkan akan mendapatkan kebahagian dan kedamaian dalam berumah tangga. Untuk upacara kapanca ini, calon mempelai wanita dirias terlebih dahulu layaknya riasan pengantin serta memakai pakaian adat dan duduk ditengah undangan yang hadir pada malam itu. 

Upacara kapanca juga dimaksudkan untuk memberi contoh pada gadis remaja yang hadir untuk mengikuti jejak calon mempelai wanita yang akan bersanding dan mengakhiri masa lajangnya. Dengan adanya tanda merah dikedua tangan calon mempelai wanita, menunjukkan gadis tersebut telah menjadi milik seseorang atau bukan gadis lagi karena keesokan harinya akan dilangsungkan akad nikah. Sebelum acara kapanca dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan acara sangongo atau mandi uap dengan memakai bunga dan rempah-rempah. Usai acara sangongo, masih dikediaman calon mempelai wanita akan diadakan acara boho oi ndeu atau siraman. Kemudian dilanjutkan dengan acara cafi ra hambu maru kai atau membersihkan, menata dan merias kamar pengantin. Selesai upacara kapanca dan rangkaian acara lainnya dikediaman calon mempelai wanita diadakan acara rawa mbojo, nyanyian tradisional Bima yang diiringi biola dan syairnya berupa pantun yang berisikan nasehat untuk kedua pengantin. Acara ini biasanya berlangsung hingga pagi.
Upacara Akad Nikah
Tibalah hari yang ditetapkan untuk Akad nikah, rombongan calon mempelai pria menuju kediaman mempelai wanita. Bersama seorang ketua adat sebagai juru bicara mewakili orangtua. Calon mempelai pria diapit oleh dua orang pendamping dan membawa perlengkapan, baik menurut syariat maupun adat berupa mahar yang telah disepakati. 

Rombongan datang diiringi hadra dan bersalawat. Sebelum rombongan masuk, rombongan tersebut dihalangi oleh keluarga pihak mempelai wanita dengan sebuah galah. Acara ini disebut upacara tapa gala, calon mempelai pria tidak diperbolehkan masuk dengan mudah. Sejumlah ibu akan memegang sebatang bambu panjang yang kuat, dipegang melintang. Potongan bambu tersebut harus dilewati, pada saat itulah terjadi dorong mendorong antara kaum ibu dari rombongan keluarga pihak calon mempelai pria dengan kaum ibu dari pihak mempelai wanita. Pada akhirnya nanti, pihak calon mempelai wanita akan kalah. Kemudian rombongan calon mempelai pria tersebut juga harus memperlihatkan kemampuan dalam bermain gentao, memainkan pedang. Setelah semuanya bisa dilalui barulah rombongan dipersilahkan untuk masuk dan segera melaksanakan akad nikah.

Acara Tokencai
Acara Tokencai ini diadakan setelah upacara akad nikah. Setelah acara akad nikah selesai maka mempelai pria menuju kamar mempelai wanita untuk menjemputnya dan langsung mengetuk pintu, sebelum terjadi berbalas pantun. Pintu akan terbuka bila mempelai pria memberikan uang atau hadiah dan besarnya uang atau hadiah tersebut ditentukan oleh ina ru'u (perias). 



Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info Mbojo


My Great Web page
Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger