Wunga Loading... Kalembo Ade
Home » , , » Pemkab Bima Gelar Rakor Tanggap Darurat Tangani Banjir

Pemkab Bima Gelar Rakor Tanggap Darurat Tangani Banjir

Kabupaten Bima - Pemerintah Kabupaten Bima mengadakan rapat koordinasi darurat di Ruang Rapat Bupati Bima, Rabu (30/5),  untuk mengatasi masalah banjir yang melanda Kabupaten Bima, khususnya di lima kecamatan wilayah selatan.

Rapat yang dipimpin  Wakil Bupati H. Syafrudin H.M.Nur tersebut, diikuti kepala SKPD dan camat terkait, Kepala BPBD, Bappeda, Kadis Sosial, Kepala. Bakesbangpol Linmas, Kadis Kesehatan, Kadishubkominfo, Kadispertapa, Kadis PU, Kadis Perikanan, Camat Belo, Camat Palibelo, Camat Woha, Camat Langgudu dan Camat Lambitu.

Di tingkat pusat, hadir tim yang dipimpin Tenaga Pendukung teknis Pengendalian Operasi pada Direktorat Tanggap Darurat Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB  Herry Heryadi, yang pada dua hari terakhir telah melakukan peninjauan lapangan lokasi banjir.
Kadis PU Ir. Nggempo dalam laporannya menyatakan, banjir yang melanda 5 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Bima tersebut telah menyebabkan kerusakan infrastruktur jembatan di Desa Ngali sepanjang 8 meter dan jembatan Tonggorisa sepanjang 30 meter yang memang usianya tergolong lama. Kerusakan juga terjadi pada tiga Dam.
"Perbaikan infrastruktur jembatan akan menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Rencananya, bentangan Jembatan Tonggorisa yang semula 30 meter akan diperpanjang menjadi 40 meter dengan lebar 6 meter, demikian pula jembatan Ngali yang semula 8 meter akan diperpanjang menjadi 15 meter". Kata Nggempo.

Dengan perpanjangan kedua jembatan ini, maka slot jembatan akan lebih tinggi dan tidak mudah tergerus arus air,. di samping itu, agar lalu lintas transportasi tidak mengalami kemacetan, akan dibuat jembatan darurat sambil menunggu penyelesaian jembatan permanen.
Terkait distribusi bantuan, Kadis Sosial A. Wahab Usman mengatakan, pada hari pertama, Sabtu (26/5), instansi yang dipimpinnya bersama BPBD fokus pasa evakuasi dan penyelamatan warga. BPBD, melakukan pendataan kejadian bencana dan memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji sejumlah 60 paket dan 30 lembar selimut.
Dinas Sosial memberikan dukungan logistik berupa 0,5 ton beras, 11 lembar selimut dan 11 lembar tikar.

Selanjutnya pada Minggu (27/5) BPBD masih melakukan validasi data, gotong royong pembersihan pemukiman warga, distribusi logistik berupa paket peralatan dapur, paket family kit, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, matras dan tenda gulung/terpal masing-masing 20 paket.
Distribusi logistik juga dilakukan jajaran Dinas Sosial dengan membagikan ikan Sarden, 10 dus mie instan, sarung, kain batik, daster dan selimut masing-masing 10 potong. Dinsos juga membagikan 20 paket makanan siap saji dan 26 lembar matras. Kebutuhan pangan warga menjadi perhatian utama Dinas Sosial Kabupaten Bima.
Menurut Wahab, sesuai petunjuk Bupati Bima dalam 14 hari masa tanggap darurat, kebutuhan dasar masyatakat harus dipenuhi. "Pada hari Sabtu sore hingga Minggu telah didistribusikan 1.000 kg beras dan makanan siap saji ke Langgudu dan Belo, dan saat ini telah disiapkan 3 ton beras,” katanya.
Selanjutnya pada Senin (28/5) BPBD melalui Tim reaksi cepat (TRC) penanggulangan bencana melakukan pembersihan sumur warga di desa Soki dan Diha Kecamatan Belo.
Aktivitas lainnya adalah gotong royong lanjutan ruas jembatan yang putus di antara desa Ngali da Lido. Upaya ini ditujukan untuk mempermudah akses jalan antara Kecamatan Belo-Langgudu dengan melibatkan unsur TNI, POLRI dan masyarakat". Kata Sulhan.
Pada Rakor tersebut, forum juga mendengarkan laporan Kadis Kesehatan drg.Hj. ST. Hadjar Yoenoes.  Menurutnya, banjir yang terjadi telah merendam mengakibatkan kerusakan peralatan seperti yang terjadi di Pos Kesehatan Desa Soki.

Terkait dukungan pasca banjir, Hadjat memaparkan, Dinas Kesehatan tengah melakukan pengobatan gratis dengan mendirikan pos kesehatan di masing-masing desa, serta pemantauan sumber air bersih masyarakat. Sumur warga yang tercemar banjir telah disebar kaporit untuk mencegah munculnya wabah penyakit.
Selain bantuan tersebut, BNPB Provinsi NTB telah menyerahkan terpal/tenda glulung, selimut dan tikar masing-masing 100 lembar kepada warga, dan selanjutnya akan dilaporkan ke Gubernur terkait dengan dukungan lanjutan Pemprov NTB.

Sementara itu, Herry Heryadi, Tenaga Pendukung teknis Pengendalian Operasi pada Direktorat Tanggap Darurat Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB mengungkapkan, selama berada di Bima pihaknya telah melakukan (asessment) untuk melihat langsung apa yang telah dikakukan pemerintah dan masyakat.
Dalam penanganan bencana ada 3 aspek penting yang menjadi titik berat yaitu: koordinasi, komando dan pelaksanaan tanggap darurat. "Pemerintah daerah merupakan ujung tombak pelayanan pasca bencana. Oleh karena itu diharapkan ada dukungan SKPD agar keadaan bencana cepat selesai,” katanya.

Menanggapi laporan SKPD teknis, Wabup mengharapkan, Camat yang belum menyampaikan laporan kerusakan fasilitas agar segera ditindak lanjuti. Sedangkan untuk kemudahan akses jalan, Kadis Perhubungan dan Dinas PU menhgalihlan jalur yang rusak.

http://www.bipnewsroom.info/index.php?page=news&newsid=22974




Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info Mbojo


My Great Web page
Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger