Wunga Loading... Kalembo Ade
Home » , , , , , , , , » Sistem Ruang di Desa Maria, Kecamatan Wawo Kabupaten Bima - NTB

Sistem Ruang di Desa Maria, Kecamatan Wawo Kabupaten Bima - NTB

Sistem Ruang di Desa Maria

Sistem Ruang Berdasarkan Waktu
Unsur-unsur kebudayaan di Desa Maria yang terdiri dari Fase Ncuhi, Fase Kerajaan, Fase Kesultanan, Fase Penjajahan dan Fse Sekarang. Memiliki pengaruh terhadap sistem ruang berdasarkan waktu. Dalam hal ini ruang terbagi dalam ruang permanen dan ruang temporer. Ruang permanen terlihat dari benda-benda hasil budaya berbentuk bangunan ataupun tempat yang nyata, dapat dilihat dan permanen. Sedangkan ruang temporer berupa aktifitas budaya yang dilakukan oleh masyarakat yang sifatnya hanya sementara waktu. Ketika aktifitas budaya tersebut uasai maka ruang yang terbentukpun menjadi hilang (tidak ada) ruang tersebut kembali ada setelah masyarakat mengulang aktifitas tersebut. 

Sistem Ruang Bedasarkan Fungsi dan Peranannya
Sistem ruang berdasarkan fungsi dan peranannya didasarkan pada peranan tiap unsur kebudayaan yang ada. Unsur kebudayaan yang memiliki fungsi yang penting dalam tatanan kehidupan dan ekonomi masyarakat merupakan Cultural Core dan ruang permanen maupun temporer yang dihasilkan oleh Cultural Core disebut ruang Core. Sebaliknya unsur kebudayaan yang dianggap sebagai pelengkap atau pendukung kehidupan masyarakat disebut Cultural Secondary dan ruang yang dihasilkannya disebut ruang Secondary.  
Ruang Cultural Core dan Cultural Secondary terbagi dalam ruang mikro, berupa bangunan-bangunan dan ruang makro berupa kawasan-kawasan. Ruang Cultural Core dan Cultural Secondary dalam setiap fase memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan ruang terjadi pada Fase Ncuhi dan Fase Kerajaan, sedangkan ruang pada Fase Kesultanan memiliki kesamaan dengan Fase Penjajah dan Fase Sekarang, walaupun ada beberapa perbedaan yang dipengaruhi oleh masing-masing kebudayaan tiap fase.

Sistem Ruang Berdasarkan Tingkat Tradisionalitas
Unsur-unsur kebudayaan di Desa Maria sejak fase ncuhi tidak semuanya ditinggalkan walaupun mengalami beberapa kali akulturasi dengan kebudayaan masyarakat pendatang. Begitu pula halnya kebudayaan masyarakat pendatang yang dimulai sejak fase Kerajaan tidak semuanya ditinggalkan pada fase sekarang.
Beberapa unsur kebudayaan masih tetap dipertahankan.Unsur-unsur kebudayaan yang masih dipertahankan tersebut dianggap sangat penting dalam tatanan kedupan masyarakat Maria sehingga tidak ditinggalkan dan menjadi unsur kebudayaan inti (cultural core). Seperti: bercocok tanam di ladang dan sawah, lumbung (lengge dan Jompa), dan pola bermukim berkelompok berdasarkan ikatan darah. Namun adapula beberapa unsur kebudayaan yang mengalami perubahan atau diterima dari kebudayaan masyarakat pendatang sebagai bagian dari unsur kebudayaan di Desa Maria. Unsur-unsur kebudayaan yang dapat berubah disebut kebudayaan tambahan (cultural secondary).
Berdasarkan fungsi-fungsi unsur kebudayaannya maka dapat di peroleh zona-zona unsur kebudayaan yang tidak berubah dan zona-zona unsur kebudayaan yang dapat berubah.
ataupendukung kehidupan masyarakat yang disebut Cultural Secondary  dan ruang yang dihasilkannya disebut ruang Secondary.
Ruang Cultural Core  dan Cultural Secondary  terbagi dalam ruang mikro, berupa bangunan-bangunan dan ruang makro berupa kawasan-kawasan. Ruang Cultural Core dan Culturan Secondary  dalam setiap fase memiliki persamaan dan perbedaan.  Persamaan yang terjadi pada Fase Ncuhi dan Fase Kerajaan, sedangkan ruang pada Fase Kesultanan memiliki kesamaan dengan Fase Penjajah dan Fase Sekarang, walaupun ada beberapa perbedaan yang dipengaruhi oleh masing-masing kebudayaan tiap fase.


Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger