Wunga Loading... Kalembo Ade
Home » , , , » Pengaruh Hindu Pada Masyarakat Wawo Maria, pada Masa Kerajaan

Pengaruh Hindu Pada Masyarakat Wawo Maria, pada Masa Kerajaan


Pada masa ini (masa kerajaan), selain adanya kepercayaan asli, kepercayaan masyarakat Maria juga berbaur dengan ajaran Hindu. Orang Bima percaya kepada kekuatan gaib yang berada pada binatang-binatang yang dalam ilmu kebudayaan disebut totemisme. 
Kepercayaan yang dibawa oleh pengaruh Hindu pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit.pengaruh Hindu. Pada masa itu di Desa Maria Kecamatan Wawo ada dua tempat pemujaan mereka  :
a. Waro Lanco Ele
Di tempat itu ada beberapa macam batu berhala yang disimpan secara teratur, mulai dari yang besar sekali sampai yang kecil sekali. Pada tempat itu terdapat pula mata air yang sengaja dibuat dan dirawat dengan rapi yang disebut telaga Waro Lanco

b. Waro Lanco Di
Ele berarti timur sedangkan di berarti barat. Tempat ini sama dan serupa dengan apa yang ada di Waro Lanco Ele. Dan kedua tempat ini memiliki kesamaan dengan yang ada di tempat pemujaan orang Hindu di Lingsar Kabupaten Lombok Barat.
Sedangkan totemisme yang dianut dapat dilihat pada :
1. Pada kedua ujung bubungan rumah dipasang kepala kerbau, kambing atau domba yang masih bertanduk. 
2. Dipergunakan sebagai nama marga (Bima : londo dou) seperti :
• Londo dou deke (Bima : deke = tokek)
• Londo dou duna (Bima : duna = belut)
• Londo dou gande (Bima : gande = laba-laba)
Tiap marga atau londo dou harus tunduk kepada ketentuan dan peraturan masing-masing marga, yang mempunyai sanksi hukum.
3. Masih tersimpan dalam cerita rakyat seperti legenda Sang Naga bersisik emas di  Satonda, Jara Manggila, dan lain-lain.
Disamping menyembah roh dan kesaktian seseorang atau binatang, orang Bima menyembah beberapa dewa, yaitu :
• Dewa langi : Dewa Langit
• Dewa Oi : Dewa Air
• Dewa Mango : Dewa Kering
Dewa Mango diseru dan disembah bila datang bahasa kekeringan atau kemarau panjang di awal musim hujan. Dewa diseru melalui Marafu dan Waro. Sebagian besar kekuasaan dewa-dewa itu berada pada Dewa Langi yang bersemayam di sebelah atas awan, mungkin di matahari. Untuk pemujaannya mereka harus naik ke gunung (Bima : doro) atau doro Lasi, doro Paha, doro Wadundangga, dan lain-lain.

Santabe ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso


Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info Mbojo


My Great Web page

Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger