Museum Samparaja Mbojo

Museum Samparaja
Bima memiliki dua museum, Museum Asi Mbojo dan Samparaja. Lokasi kedua tempat bersejarah itu berbeda. Museum Asi terletak ditimur lapangan Sera Suba atau dulunya adalah alun-alun istana. Museum Samparaja terletak di jalan Gajah Mada Kelurahan Monggonao Kota Bima. Bangunannya bukan peninggalan masa kerajaan. Meseum yang menyimpan naskah-naskah kuno ini dikelola oleh Yayasan Museum Samparaja Bima.




Bangunan ini memiliki 3 ruangan, untuk tari-tarian, pameran dan tempat menyimpan koleksi pribadi dan etnis-etnis Bima, seperti kitab BO yang asli. Kitab ini mebahas ihwal kerajaan Bima pada abad ke 14 masehi. Kitab BO ini telah diterbitkan dalam buku yang berjudul BO Sangajikai. Catatan Kerajaan Bima setebal 712 cetak Januari 2000.

Di museum ini juga terdapat tempat penyimpanan bendabenda peninggalan Kesultanan Bima. Bagian timur tersimpan baju adat Tari Toja. Tarian ini diperankan oleh perempuan. Ada juga baju adat Tari Kanja dan baju kebesaran Kerajaan Bima. Pakaian itu digunakan saat upacara Hanta Ua Pua. Pakaian adat gelarang dan cara adat camat kala itu, juga tersimpan. Di ruangan sebelah barat tersimpan alat dapur dari perunggu, peralatan songket, kebaya emas yang dibuat pada abad ke 16. Meja sisa peninggalan Kesultanan Bima, foto Sultan Ibrahim dan Sri Sultan Ibrahim dan Sultan Muda Muhammad Salahuddin masih tersimpan. Koleksi-koleksi itu seolah mengajak kita mengingat bagaimana masa kerajaan dulu.

Di bagian lain ruang museum itu juga, lain, terdapat Pasapi Sutra hasil sulaman dari benang Toha Toji, Songo Waru, tulisan Arab Melayu, contoh pakaian adat pengantin, dan ceret kuningan asli sisa peninggalan Kesultanan pada abad ke 19M.

Ada juga tempat menyimpan Al-Qur'an pada masa Kesultanan pada abad ke 17M pun masih utuh dan cap dari Belanda. Banyak lagi koleksi lainnya. Di ruangan bagian selatan, tersimpan silsilah Kerajaan Bima filsafat Pemerintah Kesultanan dan foto Sultan Ibrahim (1881-1915). Alat musik tradisional Bima juga masih ada, seperti gendang dan gong. Alat musik itu bisa dimainkan pada masa kerajaan. alat-alat rumah tangga seperti guci, piring kecil dan lainnya menjadi bagian dari koleksi Museum Samparaja.

Koleksi lainnya antara lain : Keramik, Naskah-naskah Kuno, Boneka madelin, Foto-foto stempel Sultan, Foto Sultan, Foto Keris, Foto Mahkota, Foto kuburan Raja, Alat-alat Musik, Pakaina Adat Bima dll, Motif-motif Bima, alat-alat Prajurit, Pakaian Penganti, Pemalinan, Baju Besi, ma Lengge Wawo, Kitab-kitab Sultan, Al Qur'an lama, Benda-benda Kerajinan Perak dll, Perpustakaan, Silsilah Kerajaan Bima, Muja Kuno, Guci, Bak Air dari Cia abad ke 15, Kapak Kuda, Cere Kuningan, Tare Kuningan, Bo Kerajaan/Bo Sangajikai, Kaligrafi, Cara Pakaian Tari, Peta Pulau Sumbawa.Museum Samparaja
Bima memiliki dua museum, Museum Asi Mbojo dan Samparaja. Lokasi kedua tempat bersejarah itu berbeda. Museum Asi terletak ditimur lapangan Sera Suba atau dulunya adalah alun-alun istana. Museum Samparaja terletak di jalan Gajah Mada Kelurahan Monggonao Kota Bima. Bangunannya bukan peninggalan masa kerajaan. Meseum yang menyimpan naskah-naskah kuno ini dikelola oleh Yayasan Museum Samparaja Bima.

Bangunan ini memiliki 3 ruangan, untuk tari-tarian, pameran dan tempat menyimpan koleksi pribadi dan etnis-etnis Bima, seperti kitab BO yang asli. Kitab ini mebahas ihwal kerajaan Bima pada abad ke 14 masehi. Kitab BO ini telah diterbitkan dalam buku yang berjudul BO Sangajikai. Catatan Kerajaan Bima setebal 712 cetak Januari 2000.

Di museum ini juga terdapat tempat penyimpanan bendabenda peninggalan Kesultanan Bima. Bagian timur tersimpan baju adat Tari Toja. Tarian ini diperankan oleh perempuan. Ada juga baju adat Tari Kanja dan baju kebesaran Kerajaan Bima. Pakaian itu digunakan saat upacara Hanta Ua Pua. Pakaian adat gelarang dan cara adat camat kala itu, juga tersimpan. Di ruangan sebelah barat tersimpan alat dapur dari perunggu, peralatan songket, kebaya emas yang dibuat pada abad ke 16. Meja sisa peninggalan Kesultanan Bima, foto Sultan Ibrahim dan Sri Sultan Ibrahim dan Sultan Muda Muhammad Salahuddin masih tersimpan. Koleksi-koleksi itu seolah mengajak kita mengingat bagaimana masa kerajaan dulu.

Di bagian lain ruang museum itu juga, lain, terdapat Pasapi Sutra hasil sulaman dari benang Toha Toji, Songo Waru, tulisan Arab Melayu, contoh pakaian adat pengantin, dan ceret kuningan asli sisa peninggalan Kesultanan pada abad ke 19M.

Ada juga tempat menyimpan Al-Qur'an pada masa Kesultanan pada abad ke 17M pun masih utuh dan cap dari Belanda. Banyak lagi koleksi lainnya. Di ruangan bagian selatan, tersimpan silsilah Kerajaan Bima filsafat Pemerintah Kesultanan dan foto Sultan Ibrahim (1881-1915). Alat musik tradisional Bima juga masih ada, seperti gendang dan gong. Alat musik itu bisa dimainkan pada masa kerajaan. alat-alat rumah tangga seperti guci, piring kecil dan lainnya menjadi bagian dari koleksi Museum Samparaja.

Koleksi lainnya antara lain : Keramik, Naskah-naskah Kuno, Boneka madelin, Foto-foto stempel Sultan, Foto Sultan, Foto Keris, Foto Mahkota, Foto kuburan Raja, Alat-alat Musik, Pakaina Adat Bima dll, Motif-motif Bima, alat-alat Prajurit, Pakaian Penganti, Pemalinan, Baju Besi, ma Lengge Wawo, Kitab-kitab Sultan, Al Qur'an lama, Benda-benda Kerajinan Perak dll, Perpustakaan, Silsilah Kerajaan Bima, Muja Kuno, Guci, Bak Air dari Cia abad ke 15, Kapak Kuda, Cere Kuningan, Tare Kuningan, Bo Kerajaan/Bo Sangajikai, Kaligrafi, Cara Pakaian Tari, Peta Pulau Sumbawa.




Bangunan ini memiliki tiga ruangan. Untuk tari-tarian, pameran dan tempat menyimpan koleksi pribadi dan etnis-etnis Bima, seperti Kitab BO yang asli. Kitab ini membahas ihwal kerajaan Bima pada abad 14 Masehi. Kitab BO ini telah diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul BO Sangajikai yang merupakan catatan kerajaan Bima.



Dimuseum ini juga terdapat benda-benda peninggalan jaman Kesultanan Bima. Disebelah timur ada ruangan yang menyimpan baju adat Tari Toja. Tarian ini diperankan oleh empat orang perempuan. Ada juga baju adat Tari Kanja dan baju kebesaran kerajaan Bima. Pakaian ini digunakan saat upacara adat Hanta U'A PUA. Tersimpan juga di museum ini pakaian Galarang dan cara adat Camat jaman kerajaan dan kesultanan.

Bangunan bagian Barat ada ruangan yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat dapur dari perunggu, peralatan songket, kebaya emas yang dibuat pada abad 16 dan meja sisa peninggalan Kesultanan Bima. Disamping itu juga ada foto Sultan Ibrahim, foto Sri Sultan Ibrahim dan foto Sultan Muda Muhammad Salahuddin yang masih tersimpan dengan baik. Koleksi-koleksi ini seolah-olah mengajak kita untuk mengingat bagaimana masa kerajaan dan kesultanan dulu.

Referensi:
Share this article :

0 Komentar:

Posting Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger