Wunga Loading... Kalembo Ade
Home » , » Negeri Berhala

Negeri Berhala


Kita lihat apakah pemerintah peduli ketika kita membutuhkan uang untuk membiayai makanan kita, ketika kita sakit, ketika ingin sekolah, ketika kita membutuhkan tempat tinggal yang layak bukan asal-asalan seperti kandang burung dan suatu keadaan yang aman sesungguhnya, Apakah mereka peduli? Boro-boro masalah diatas itu diperhatikan oleh mereka, mereka (pemerintah-red) saja tega mencuri uang rakyat untuk kepentingan perut-perut gendut mereka dan konco-konconya!. Kalau mau perhatikan, lihatlah di perempatan dan pertigaan lampu merah banyak pengemis dari usia lanjut sampai balita. Apakah mereka/pemerintah peduli akan semua itu?!.

Mereka sangat tidak peduli dan ternyata politik sekarang ini menjadi bisnis pemerintah dan elit politik ketika mereka bekerja sama dengan kapitalis internasional - IMF & World Bank. Dari jaman ke jaman, rezim ke rezim. Masalah-masalah ini tidak pernah disentuh dalam sidang-sidang mereka dan kerja-kerja mereka (mereka lebih senang memanjakan diri mereka dengan tidur saat sidang, atau lebih parah lagi menonton bokep dengan alasan cek email masuk, padahal anggaplah itu benar tetapi seberapa urgennya mengecek email dengan membahas masalah kesejahteraan rakyat?! bukankah mereka ada disana karena rakyat). Pada masa-masa sekarangpun di masa rezim populis ini yang katanya wakil-wakil rakyat hanya meributkan konco-konco mereka yang didepak dari kabinet rezim populis dan sibuk nglencer ke luar negeri. Huh…akupun sampai sekarang tidak habis pikir mengapa negara ini dipimpin oleh manusia-manusia semacam itu?!".



Tetapi aku masih bersyukur bahwa aku dilahirkan seperti yang lainnya setidaknya aku masih mendapat kesempatan berontak dan membuat kehidupan alternatif lainnya atau "mungkin aku jatuh dalam keadaan ini", tetapi lebih baik jatuh dari pada berdiri tegak dengan angkuhnya dibawah kaki orang lain!. Kalian mungkin akan berpendapat bahwa mereka yang mengemis itu jadi pengemis karena mereka pada masa dahulunya malas-malasan dan tidak mau bersekolah. Kalau kamu bilang bahwa mereka itu pemalas maka mereka pasti tidak akan menjadi pengemis yang siang dan malam terus berada di jalan-jalan dan pasti mereka akan tidur-tiduran saja dan mati kelaparan, tapi dalam kenyataannya mereka itu rajin dan sangat tabah untuk melakukan kegiatan mengemis itu dari pagi-siang dan sampai malam dan ini semua lebih rajin dari pada kamu. Mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk duduk di bangku sekolah, karena bangku sekolah diperuntukkan untuk orang-orang yang berduit saja sedangkan mereka (pengemis) orang-orang yang tak berduit. Mengapa? Cari tahu saja sendiri dan amatilah kehidupan yang menggunakan logika pendidikan tinggi kalian!. Orang-orang miskin ini dianggap suatu yang buruk dan merupakan sumber dari kejahatan-kejahatan sosial seperti pencurian, perampokan dan pelacuran. Membuat rakyat miskin (proletariat) didalam sistem pasarnya yang semuanya dilihat hanya sebagai angka-angka, agar rakyat menjadi masyarakat yang oportunis, dapat digunakan dan dibayar (dibuat ketergantungan) oleh para elit politik untuk kepentingan-kepentingan kaum elit politik.

Lihatlah bagaimana brutalnya Freeport di tanah Papua menguras kekayaan alam (tembaga, perak dan emas dan sebentar lagi uranium yang merupakan mineral termahal saat ini) disana dengan melubangi gunung-gunung. Akan tetapi apakah yang didapatkan oleh penduduk asli disana?, mereka mendapatkan sungai-sungai yang merupakan sumber kehidupan mereka teracuni oleh limbah-limbah. Akan tetapi lagi, ketika mereka protes akan ketidakbenaran ini, mereka ternyata harus berhadapan dengan barisan tentara yang bersenjata lengkap siap memuntahkan timah-timah panas. Ternyata Freeport itu dilindungi oleh undang-undang yang disahkan melalui Tap MPR-nya, jadi siapa saja yang tidak setuju dengan ini maka ia akan berhadapan dengan moncong senjata. Peng-legitimasian terhadap pengeksploitasian besar-besaran ini karena lebih mementingkan penanaman modal asing yang katanya untuk pembangunan ekonomi indonesia tetapi ternyata untuk mendapatkan keuntungan utuk perut masing-masing dengan mengorbankan beribu-ribu bahkan berjuta-juta penduduk asli disana mati yang mati keracunan oleh limbah-limbah yang dihasilkan oleh Freeport. Tapi itu semualah yang telah terjadi, mau tidak mau kita harus merasakannya.

Tetapi apakah hanya sampai disitu saja "berhenti dan mati". Atau kita sudah merasa cukup bahagia di dalam keadaan seperti ini dan perlu kau ketahui bukan kau saja yang merasa bahagia untuk menjadi buta untuk melihat dunia ini. Sekolah setinggi-tingginya dan lulus kemudian kawin dan mencari uang yang banyak sebelum mati. Karena dunia ini telah menawarkan kita kemapanan dan keindahan duniawi tanpa harus memikirkan efek untuk masa depannya, baik ataupun buruk, berguna ataupun malah membuat kita mati secara perlahan-lahan. "Ah….peduli amat yang penting kita kelihatan modern dan bergengsi sudah cukup bagi hidup ini".Ini negeri berhala, dan berhala itu adalah berupa kertas bergambar, dan manusia disini adalah tidak lebih dari seorang budak yang harus menjadi binatang untuk pengabdian pada berhala tersebut. Kita sedang berada pada ketersesatan dan selamat menikmati ketersesatan itu, kalau anda sudah berada pada titik tersebut maka selamat datang di NEGERI BERHALA.

.
Share this article :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Santabe, ta komentar mena, bune kombi menurut ndai kaso ta re

 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger