Wunga Loading... Kalembo Ade

Wisata Ke Situs Wadu Pa’a

14/06/12


Dalam buku Legenda Tanah Bima, diceritakan bahwa pada saat Sang Bima hendak meninggalkan Bima, dia didatangi oleh Para Ncuhi (Kepala Suku) untuk dimintai kesediaan menjadi pemimpin tanah Bima. Pada saat itu, Sang Bima sedang memahat tebing di mulut Kota Bima, tepatnya di Kaki Bukit Lembo dusun Sowa Desa Kananta kecamatan Soromandi. Menuju lokasi Wadu Pa’a  memiliki dua alternatif, yakni lewat darat dan laut. Jika berangkat dari Kota Bima  melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat akan melalui rute cabang Donggo Kecamatan Bolo hingga Desa Bajo Seromandi dengan jarak  sekitar 10 Kilometer (KM) dan waktu tempuh lebih kurang 20 menit. Setelah itu, untuk sampai ke situs sejarah itu, masih harus menempuh jarak 5 KM. Kondisi jalan terjal, berlubang,  berbatu dan selang-seling landai membuat banyak pengujung yang ingin ke tempat itu, memilih jalur transportasi laut lewat teluk Bima (pelabuhan Bima).
Baca Selengkapnya | Komentar

Wisata Air Terjun Kalemba, Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu


Kabupaten Bima - Belum banyak orang yang tahu keberadaan aur terjun ini. Kalemba adalah nama salah satu dusun di desa Kawuwu Kecamatan Langgudu. Dusun Kalemba berjarak lebih kurang 25 km dari kota Bima atau dapat  di tempuh lebih kurang 1,5 jam. Selama perjalanan anda dapat menikmati panorama alam pedesaan dengan sawah yang membentang dan gugusan pegunungan yang rimbun menghijau. Gemercik air dari sungai-sungai sepanjang perjalanan seakan menyuguhkan simponi alam yang terus bergulir dari waktu ke waktu.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sekretariat Disegel, Mahasiswa-Satpam Baku Hantam


Kota Bima – Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Keruguan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, Rabu (13/6) sekitar pukul 12.30 Wita disegel. Selain itu, dalam aksinya mahasiswa sempat baku hantam dengan anggota Satuan Pengaman (Satpam) kampus.

Aksi penyegelan Sekretariat BEM dilakukan sejumlah mahasiswa Jurusan Penjaskes sebagai buntut pembagian beasiswa bagi mahasiswa prestasi yang dinilai tidak merata. Aktivis mahasiswa menduga ada konspirasi yang dilakukan oleh pihak kampus STKIP Taman Siswa dengan pengurus BEM terkait nama-nama mahasiswa yang akan menerima beasiswa tersebut.
Baca Selengkapnya | Komentar

Kelompok PP3A Oi Seli Wawo Raih Kalpataru


Kabupaten Bima - Kabupaten Bima telah menunjukkan prestasi yang luar biasa dalam Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup. Hal tersebut dibuktikan dengan penghargaan Kalpataru 2012 pada Kelompok KP3A ”Oi Seli Ncai A’u” Desa Maria Utara Kecamatan Wawo. 
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bima Drs. H. Moh. Mawardi, MT memaparkan, kategori yang diraih kelompok adalah Kategori Penyelamat Lingkungan yang diberikan kepada kelompok masyarakat, baik informal maupun formal yang berhasil melakukan upaya-upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan dan pencemaran (penyelamatan) lingkungan hidup.

Baca Selengkapnya | Komentar (2)

Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Pengalihan APBD


Kabupaten Bima - Kejaksaan Negeri Raba Bima diminta mengusut secara hukum pengalihan program dalam APBD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima tahun 2012 yang tidak sesuai dengan penetapan tim Banggar.
“Kejaksaan harus bersikap pro aktif untuk mengusut dugaan pengalihan program dalam APBD tersebut. Supaya semuanya jelas,” pinta Ahmad H. M. Saleh, eks anggota Banggar DPRD Kabupaten Bima.

Baca Selengkapnya | Komentar

50 Persen PKBM di Kota Bima, Fiktif


Kota Bima.- Keberdaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang acap dipergunjingkan masyarakat terkait seabrek masalah dan sepak terjang yang cenderung fiktif dan hanya menggugurkan kewajiban terhadap sebuah program yang diterimanya dengan nilai rupiah yang berlimpah pula, seakan terjawab.
Baik adanya kisruh antara dua kubu yang mendapatkan dan yang tidak memperoleh program, pun persoalan fiktif alias tidak aktifnya sejumlah PKBM yang tentunya bermodalkan nama lembaga saja.
Baca Selengkapnya | Komentar

Bupati Bima berikan Bantuan Pembangunan Masjid Desa Nisa


Kabupaten Bima - Rangkaian agenda Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Kecamatan Woha, Selasa (12/6), digunakan oleh Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST untuk melakukan kunjungan langsung kepada desa yang berada di wilayah Kecamatan Woha, di antaranya Desa Nisa.
Kehadiran Bupati dimanfaatkan dengan baik oleh warga Desa Nisa untuk melakukan interaksi langsung dengan pemimpin mereka dan dialog antara warga dengan "Dae Ferry" berjalan dalam suasana kekeluargaan dan akrab.

Baca Selengkapnya | Komentar

Siswa MAN 2 Kobi Juara II Olimpiade Kimia NTB

13/06/12

Kota Bima - Pada ajang Lomba Olimpiade Kimia yang diselenggarakan Kantor Wilayah Dinas Dikpora Provinsi NTB, selama dua hari (7 -  8 Juni) di Mataram, siswa MAN 2 Kota Bima Fitriah meraih prestasi membanggakan dengan menyabet juara II.
Baca Selengkapnya | Komentar

Pemkab Bima Diduga Alihkan Dana DAK


Kabupaten Bima - Dugaan pengalihan sepihak program pembangunan yang sudah disepakati kembali mencuat, kali ini pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Dikpora Kabupaten Bima item rehab sekolah.
Semula, saat pembahasan antara tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bima dengan tim Banggar Pemkab Bima 2011 silam, telah ditetapkan kegiatan rehab SDN Inpres Kale’o Kecamatan Lambu.
Baca Selengkapnya | Komentar

Desa Penapali Kecamatan Woha, Titik Awal BBGRM


Kabupaten Bima - Usai pencanangan BBGRM 2012 di Halaman Pembangunan Kantor Pemerintah Kabupaten Bima di Desa Dadibou-Woha, Bupati Bima H.Ferry Zulkarnain, ST bersama Wakil Bupati Bima H. Syafrudin H.M. Nur, Ketua TP.PKK Kabupaten Bima, Ketua GOW Kabupaten Bima, para anggota DPRD kabupaten Bima, para Assisten dan Kabag, seluruh pejabat eselon serta para kepala desa, melaksanakan peletakan batu pertama beberapa program PNPM.
Baca Selengkapnya | Komentar

Persari Raharja Perwakilan Bima Kunjungi Pensiunan


Dalam rangka Hari Ulang Tahun yang ke 12 Persari Raharja. Persari Raharja dan Karyawan Jasa Raharja Perwakilan Bima melaksanakan kunjungan ke kediaman pensiunan Jasa Raharja yaitu H. Lukman. Kunjungan tersebut  merupakan salah satu wujud kepedulian Persari Raharja Bima dalam rangka menjalin silaturrahmi serta menjaga hubungan kekeluargaan terhadap seluruh insan Jasa Raharja baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif dan kegiatan ini merupakan program kerja Persari Raharja Bima tahun 2012.
Baca Selengkapnya | Komentar

Disandera Tiga Jam, Mobdis Nyaris Dibakar


Kabupaten Bima – Mobil binas (Mobdis) milik Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Bima, Senin siang tadi (11/6) sekitar pukul 11.00 Wita nyaris dibakar massa Forum Mahasiswa dan Pemuda Samili (FMPS). Sebelumnya, mobdis dengan nomor polisi EA 9650 X tersebut disandera demonstran di depan lapangan Desa Samili, saat massa menggelar aksi demo terkait kurangnya air bersih di Desa Samili. Penyanderaan kendaraan itu berlangsung sekitar tiga jam.
Baca Selengkapnya | Komentar

Kantor Desa Kalampa Disegel

Kabupaten Bima - Kantor Desa Kalampa, Bima, disegel sejumlah Pemuda dan Mahasiswa setempat. Menurut mereka, penyegelan itu karena tidak adanya transparansi dalam penggunaan dana Forum Keserasian Sosial (FKS) sebesar Rp 114 juta. Sementara Sekretaris Desa Kalampa yang hendak dimintai klarifikasi terkait penggunaan dana tersebut tidak berada di tempat.

Sebelum melakukan penyegelan, massa sempat memblokir jalan di depan kantor desa tersebut. Mereka mempertanyakan kejelasan penggunaan anggaran yang dikucurkan Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kabupaten Bima itu.
Baca Selengkapnya | Komentar

Simpan 20.6 Gram Shabu Warga Rabadompu Dibekuk Polisi


Kota Bima -  Alvin (19), warga Rabadompu, Kota Bima, Sabtu malam (9/6) kemarin sekitar pukul 19.30 Wita tertangkap tangan memiliki Narkoba jenis Sabu-Sabu (SS) seberat 20,6 gram. Ia ditangkap polisi di Jalan Soekarno-Hatta, depan Toko Johan Foto, Kelurahan Pane, saat mengendarai sepeda motor yang diduga bodong.
Baca Selengkapnya | Komentar

Etnotourisme Di Desa Sambori Oleh: M. Taufiqurrahman

12/06/12


Optimalisasi Etnotourisme Di Desa Sambori - Kabupaten Bima
Oleh M. Taufiqurrahman

Sepanjang lima dasawarsa terakhir industri pariwisata semakin mengemuka seiring dengan kesuksesan industri ini dalam menyumbang bagi pendapatan perekonomian. Gairah pengembagan industri pariwisata bukan saja didominasi oleh negara-negara dunia ketiga yang membutuhkan suntikan pendapatan negara, akan tetapi juga bagi megara-negara maju, Amerika dan eropa Barat. Tidak mengherankan industri pariwisata menyumbangkan 10% dari pendapatan industri perdagangan dunia.

Baca Selengkapnya | Komentar

Supu ro Made, Sakit dan Upacara Kemarian Masyarakat Bima - Mbojo


A. SUPU (Sakit)
Apabila dalam sebuah kampung sedang sakit keras tua maupun muda teutama famili terdekat berdatangan untuk menjenguknya dengan membawa ramuan obat-obatan tradisionil maupun makanan untuk diberikan kepada si sakit.
Ompu Sando sebelum memberikan ramuan obat terlebih dahulu melakukan meci ro ufi dengan kata-kata bermantera ataupun doa menurut agama Islam agar si sakit mendapatkan sugesti untuk kesembuhan.

Baca Selengkapnya | Komentar

Nika ro Neku, Upacara Perkawinan Masyarakat Bima - Mbojo


Nika ro Neku adalah proses perkawinan dengan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan sebelum perkawinan diantaranya yang biasa dilakukan oleh masyarakat Mbojo adalah Cepe Kanefe, Wi’i Nggahi, Nuru, dan Panati.
A. Cepe Kanefe
Sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat ketika anaknya masih bayi,, sudah mulai dicarikan jodohnya dengan bayi seumur lawan jenisnya, agar setelah dewasa nanti tidak boleh kawin dengan orang lain.
Untuk memperkuat perjanjian diantara kedua orang tuanya melakukan Cepe Kanafe ( tukar popok ) antara milik bayi laki-laki dengan milk bayi perempuan.

Baca Selengkapnya | Komentar

Ndoso ro Suna, Upacara Khitanan Masyarakat Bima - Mbojo


Ndoso ro Suna adalah sebuah acara adat untuk melakukan khitanan massal yang diadakan setelah panen oleh sahibul hajat bersama-sama dengan kerabat keluarganya.
Menjelang palaksanaan upacara ndoso ro suna diadakan musyawarah yang dihadiri oleh pemuka agama dan Pamong Desa agar dapat:
  1. Menentukan hari yang baik untuk pelaksanaan upacara adat.
  2. Pembentukan Panitia pelaksanaan yang terdiri dari Ompu Parenta, Wai Ruka, Ompu Paruga, Oi ro afi, Ngaha ro nono dll.
  3. Menghimpun anak-anak yang dikhikitankan.
  4. Mengumumkan bahan-bahan yang tersedia.
  5. Menentukan hari untuk mengambil padi dari lumbung, menumbuk, menepung, , mengambil kayu bakar dan membuat dodol.
  6. Mengundang masyarakat secara lesan dari kampung ke kampung.
  7. Mendirikan panggung ( paruga ) tempat pelaksanaan upacara.

Baca Selengkapnya | Komentar

Upacara Kehamilan dan Kelahiran Masyarakat Bima - Mbojo


NGGANTA RO WA’A (PRA KELAHIRAN)
Dalam bahasa Mbojo (Bima) ngganta artinya mulai ngidam atau hamil muda. Sedangkan wa’a adalah pembawaan seseorang apabila sedang mengandung seperti : 
Baca Selengkapnya | Komentar

Tuntut Air Bersih, Warga Sandera Mobil Dinas

Kabupaten Bima - Sebuah mobil dinas milik pemerintah Kabupaten Bima disandera oleh warga Desa Samili, Kecamatan Woha Kabupaten Bima, pada selasa (12/6). Warga juga menutup akses jalan di desa mereka hingga tak dapat dilalui kendaraan umum yang melintasi Desa Samili. 

Aksi ini merupakan buntut kekesalan warga karena selama delapan tahun desa mereka tidak mendapatkan aliran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bima. Warga kesal lantaran mereka kesulitan mencari air bersih bahkan harus melakukan pengeboran sendiri.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sudah Saatnya Kota Bima Optimalkan Investasi Pendidikan

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Gita Wirjaman, dalam sebuah pemberitaan internet menyebutkan, Mendag RI Gita Wijarman, pada salah satu acara Pembukaan Gelar Potensi Investasi Daerah Dan Seminar Nasional 2012 di Padang, Kamis (7/6/2012) telah menekankan pentingnya investasi pendidikan. Mendag, menurut pemberitaan tersebut, mengatakan bahwa investasi pendidikan penting dioptimalkan pada semua level manapun mulai dari TK sampai Doktor. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Persiapan MQ Monta Hampir Rampung

Lokasi Pelaksanaan MQ Kecamatan Monta - Kabupaten Bima
Kabupaten Bima - Tantonga-Monta Kehormatan bagi kecamatan Monta tahun ini menjadi tuan rumah pagelaran Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kabupaten Bima yang akan digelar tanggal 18 juni mendatang. Menjadi tuan rumah adalah kesempatan yang sangat diinginan oleh setiap kecamatan karena selain memudahkan berbagai urusan terlebih akomodasi dan transportasi para peserta. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Pemkab Bima Cairkan Rp. 17,2 Milyar Dana Sertifikasi

Kabupaten Bima - Senin (11/6) Pemerintah Kabupaten Bima melalui Bagian Keuangan Setda mencairkan Rp. 17,2 milyar. Dana tersebut untuk pembayaran guru sertifikasi senilai Rp. 15,33 milyar kepada 2.411 guru dan Rp.1,92 untuk 2.564 guru non sertifikasi yang mengabdi di seluruh kecamatan yang ada.

Kabag Keuangan Setda Kabupaten Bima melalui Kasubag Perbendaharaan dan Gaji Hariman SE, M.Si menyatakan, “pembayaran tunjangan sertifikasi dan non sertifikasi ini disesuaikan dengan dana yang diperoleh dari Pemerintah Pusat”.

Baca Selengkapnya | Komentar

Tanggap Bencana Banjir di Kabupaten Bima

Kabupaten Bima - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bima Drs. Sulhan MT memaparkan, “memasuki tahap akhir dari 14 hari yang direncanakan, kegiatan tanggap darurat penanganan bencana banjir yang melanda lima kecamatan wilayah selatan kabupaten Bima, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bima bersama instansi terkait seperti Dinas PU dan mitra kerja pemerintah daerah masih terus menyalurkan bantuan”.

Baca Selengkapnya | Komentar

Beberapa Bentuk Sastra Mbojo

11/06/12


A. Kasaro
Kasaro adalah suatu bentuk syair pemujaan yang bersifat sakral, baik ditujukan atau dipergunakan kepada makhluk-makhluk gaib yang dianggap menguasai suatu lokasi atau untuk pemujaan nenek moyang.
Kasaro juga digunakan untuk memanggil roh guna suatu keperluan. Mengucapkan kasaro biasanya dilakukan dengan suatu irama tertentu. 


B. Kandes
Kandes adalah bentuk syair yang bersifat mengingatkan atau mengajak terhadap sesuatu yang biasanya ditujukan kepada penguasa atau raja, dengan tujuan agar raja mengingat kembali dan memperhatikan akan masyarakat dan negeri. Biasanya kandes hanya diucapkan oleh orang-orang tertentu, misalnya oleh gelarang.
Baca Selengkapnya | Komentar

Tata Busana: Siki Lanta, Pasangi, Songko Pela



A. Siki Lanta
  1. Siki lanta adalah sejenis kani sara (pakaian dinas upacara) kecil di Kesultanan Bima (upacara yang lebih ringan dari upacara yang memakai Sambolo SoncoPasangi, Kabaya Banta)
  2. Warna baku yang ditetapkan menurut majelis hadat adalah Putih. Sehingga Kani Sara disebut Siki Lanta.
  3. Urutan kelengkapan tata busananya adalah :
  • songko leme atau songko pucu, warna dasarnya hitam dan mempunyai strep logam perak dan emas, yang besarnya ditentukan oleh tingkat kepangkatan pemakai. Strep tersebut melingkari ujung bawah songkok.
  • baju jas tutup dan celana panjang berwarna putih polos.
  • dari pinggang sampai ± 3 jari di atas lutut dililit dengan kain kaku khas sehingga membentuk semacam rok yang disebut “weri siki”.
  • pada bagian pinggang disisipkan sebilah keris  yang hulunya dililit dengan “pasapu tahanloji” yaitu sehelai sapu tangan yang lebar dan disulam dengan benang emas atau perak
  • alas kaki sandal atau sepatu yang pantas

B. Pasangi
  1. Pasangi adalah sejenis “kani sara” (pakaian dinas upacara ) tertinggi di Bima yang ditetapkan untuk Upacara Hadat besar Kesultanan Bima. Pakaian ini digunakan pada waktu pelantikan pejabat tinggi, memakai menerima tamu dari kerajaan lain yang setingkat raja, upacara besar menurut klasifikasi hadat, perkawinan agung, dan sebagainya (lebih berat dari sambolo sonco dan kabaya banta)
  2. Tata kelengkapan busana

  • Untuk bagian kepala sama dengan pemakaian pada siki lanta, kecuali pada beberapa pejabat yang membawahi pasukan. Mereka memakai “panacu”.
  • baju dan celana dalam bentuk yang khas dan terbuat dari kain yang berbunga keemasan/keperakan (seperti kain perada Bali). Baju dan celana panjang inilah yang disebut Pasangi.
  • dari pinggang hingga 3 jari di atas lutut dililit siki nae. Untuk pejabat yang membawahi pasukan memakai weri siki secara ketat yang melilit daerah sekitar pinggang saja.
  • memakai ikat pinggang yang disebut “salepe mone” atau memakai ban sejenis stagen dari kain yang disulam yang disebut “baba” atau ban khusus yang disebut “talibaba”. Ban/stagen elain untuk memperkuat ikatan di pinggang juga sebagai tempat menyisipkan keris Tatarapa (keris jabatan). Untuk pejabat yang membawahi pasukan memakai 3 senjata disekeliling pinggangnya, yaitu: keris tatarapa, sondi dan saronggi.
  • Weri siki.
  • Alas kaki sandal atau sepatu
C. Songko Pela
Songko Pela atau cilo adalah tutup kepala atau songkok yang biasa dipakai oleh bangsawan tinggi sehari-hari, atau untuk menghadiri upacara dengan ketentuan, selain oleh bangsawan pemakai songko pela dapat berlaku bagi masyarakat biasa. Bentuk songko pela sama dengan songko leme, hanya saja pada songko pela bagian atasnya berbentuk datar atau tidak mencuat seperti songko leme.
D. Pakaian Wanita
Peran wanita di kesultanan dilakukan oleh isteri pejabat yang ikut membantu tugas suaminya. Selain itu terdapat pejabat wanita disebut Bora sanciwe. Mereka ikut duduk dalam Doho Sara atau Sidang Umum Majelis Hadat dan memakai kani sara (pakaian dinas), sebagai berikut :
  1. Untuk upacara hadat besar memakai baju poro (pendek) hitam atau keta (ungu). Sarung siri keta, Bali bako, atau me’e ma owa. Rambut dibuat samu’u Mbojo (sanggul ala Bima) dengan alas kaki sandal atau sepatu. Sarung diikat biasa (tanpa lipat wiru atau palika) ujung bawahnya serata sama kaki. Boleh memakai stagen, hiasan sanggul berupa kembang goyang, karabu, dan kalung tipis. Tapi tidak diperkenankan memakai gelang
  2. Untuk upacara menengah atau kecil, diperbolehkan memakai sarung Nggoli (asal tetap bercorak Bima)
  3. Untuk golongan muda, dapat memakai baju poro warna kere bote (warna bulu kera), dan memakai anting
  4. Untuk penari memakai baju poro penari. Para remaja diperkenankan memakai pakaian seperti penari.
  5. Para pejabat, baju poronya dihias dengan menempelkan “cepa” (logam mulia dalam bentuk sekuntum bunga).


Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info Mbojo


My Great Web page
Baca Selengkapnya | Komentar

Trabas Pedalaman Bima

10/06/12


Sejumlah pecinta motor trail dari berbagai umur dan kalangan seperti polisi, pegawai, dan pelajar menggelar touring ekstrem menjelajahi hutan di daerah pedalaman Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (9/6). Meskipun bermodalkan motor trail modifikasi, keterampilan para pecinta trabas ini patut diacungi jempol.

Mereka menembus gunung, sungai, savanah, dan jalanan berbatu. Bahkan jalan setapak yang hanya dibatasi jurang yang tidak pernah dilalui kendaraan bermotor kecuali hewan ternak dan para pencari kayu bakar mampu mereka lalui.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sistem Kekerabatan Masyarakat Bima


LONDO RO MAI (KEKERABATAN)

Setiap keluarga mempunyai hubungan kekeluargaan sebagai berikut :
*Keterangan istilah kekerabatan:
Ompu: kakek
Wa’i: nenek
Dua/Amanto’i : ua’ atau kakak dari bapak/ibu atau paman
Ama: bapak, ayah
Ori: om
Manca: bibi 
Ina: ibu
Inanto’i: tante
Sa’e: kakak
Mada: saya
Ari: adik
Amantua : kakek 
Inantua: nenek 
Waro: orangtua dari kakek
Suri: orangtua dari buyut
Amania: saudara sekandung laki-laki
Amancawa: saudara sekandung perempuan
Rahi: suami
Wei: isteri
Kekerabatan dalam pergaulan
Dalam pembicaraan dengan orang lain dilakukan dengan memperhatikan tingkatan umur orang yang diajak berbicara.

Sapaan pengganti nama
Penyebutan nama
Kekerabatan dengan orang yang lebih tua
Kekerabatan dengan orang yang seumur/kebawah
Arti
Kekerabatan dengan orang yang lebih tua
Kekerabatan dengan orang yang seumur/kebawah
Mada
Ita
Ita doho
Nahu
Nggomi
Nggomi doho
Saya
kamu
kalian
Hamid = Hima
Umar  = Emo
Aminah = Mene
Hamid = Hami
Umar  = Uma
Aminah = Mina
Sumber : (Drs. M. Yasin Darsono)


Follow Twitter @Info_Mbojo & Facebook Info Mbojo


My Great Web page
Baca Selengkapnya | Komentar

Gambaran Umum Desa Sambori

09/06/12



Lihat Desa Sambori di peta yang lebih besar
Karakter dan Geografi
Desa Sambori berada di dataran tinggi dengan ketinggian berkisar 800 m dpl. Sebagian Desa Sambori berupa perbukitan dan berlereng. Secara geografis, Desa Sambori berada di Donggo Ele (timur). Sedangkan secara administratif, Desa Sambori termasuk dalam wilayah Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Pemukiman Sambori dibagi dalam dua kelompok, yaitu: Sambori Ntoi (Sambori dalam/lama) dan Sambori Bou (Sambori Lama/luar). (Haris, 1996).

Baca Selengkapnya | Komentar

Pamali Manggodo, Upacara Buka Lahan di Desa Sambori


Setiap peristiwa-peristiwa penting selalu diikuti dengan serangkaian upacara. Seperti halnya dengan kegiatan-kegiatan pertanian. Sebelum membuka ladang, dilakukan upacara khusus dilahan yang akan dibuka untuk meminta agar tanaman ladang mereka tidak diserang wabah, seperti ulat, tikus, burung, babi, dan sebagainya. Mengawali musim tanam, penduduk biasanya melakukan “kunjungan” di parafu untuk meminta ijin melakukan kegiatan di ladang. Pada saat panenpun mereka melakukan upacara sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang mereka peroleh. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Sambori: Sistem Pembagian Tanah Kesultanan Bima - Pemerintah RI

Foto: Alan
Pada era Kesultanan Bima dikenal beberapa pembagian tanah:
Pertama, tanah yang berada di sekitar mada oi (mata air). Tanah di sekitar mada oi tidak digunakan untuk membuka ladang. 
Kedua, lahan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dimana mereka boleh membuka ladang secara kolektif atau berupa dana dadi (tanah pribadi), disebut dana pasaka dari. 
Ketiga, lahan yang merupakan inventaris atau perbendaharaan kesultanan disebut tanah pajakai atau tanah jawatan. Disamping utnk menopang kebutuhan kesultanan, tanah pajakai dipakai untuk membiayai aktifitas sosial, seperti pengadaan sarana mesjid dan kegiatan keagamaan lainnya. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Terminologi Rasa (Kampung) Desa Sambori


Rasa atau kampung adalah lahan yang dipergunakan untuk perkampungan penduduk. Masyarakat Sambori awalnya hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka diikat oleh hubungan keluarga atau klan, seperti orang tua dan anak beserta anggota keluarga lainnya. Sebelum mengenal uma lengge, mereka tinggal di rumah menyerupai gubuk atau disebut Sapo. Mereka menguasai tanah di sekitar dimana mereka tinggal barsama anggota keluarga. Apabila salah satu anggota keluarga mereka menikah, orang tua akan memberikan lahan untuk membangun rumah di sekitar rumah orang tua. Untuk mendirikan rumah ini mereka tidak perlu meminta ijin kepada ncuhi.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sistem Bertani di Bima Era Jaman Naka-Ncuhi


Pada jaman Naka masyarakat Bima hidup berpindah-pindah dalam kelompok-kelompok/klan-klan kecil. Mereka berkelompok berdasarkan sistem kekerabatan (geneology). Motifasi utama mereka berpindah-pindah adalah mencari lahan baru utnuk bercocok tanam. Mereka tidak mengenal teritori dan masih bebas membuka ladang berpindah baik di dataran rendah maupun di pegunungan. Sistem mata pencaharian ini berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.
Sistem mata pencaharian ini mulai mengalami perubahan sejak masyarakat Bima mengenal paguyuban dan kepemimpinan ncuhi. Kepemimpinan ncuhi menanadai munculnya kebudayaan waktu itu, terutama sistem pengelolaan sumber daya alam (ITS, 1984). Mereka hidup dalam kesatuan kelompok lebih besar. Di bawah kepemimpinan ncuhi, mereka memiliki wilayah kekuasaan yang dibatasi sungai-sungai, bukit dan gunung. Seiring itu pula mereka memiliki pranata-pranata adat baik yang mengatur sistem sosial budaya maupun sistem penguasaan sumber daya alam. Jika sebelumnya, warga masyarakat secara bebas membuka ladang (oma), warga harus terlebih dahulu meminta ijin kepada ncuhi.

Baca Selengkapnya | Komentar

Sistem Pemerintahan di Bima, Dari Jaman Naka Ncuhi - Republik


Jaman Naka-Ncuhi
Pada jaman Naka (pra sejarah) belum dapat diidentifikasi tempat tinggal masyarakat asli, apakah di goa-goa atau di bawah pohon (ITS, 1984). Pada saat itu, masyarakat asli Bima hidup terpencar-pencar di daerah pesisir, lembah, dan pegunungan. Mereka kemudian hidup berkelompok atas dasar ikatan keluarga, menempati daerah tertentu dan membentuk masyarakat paguyuban. Dinamika kehidupan berkelompok ini diikuti dengan terbentuknya adat istiadat yang melandasi interaksi sosial antara mereka (Tajib, 1992). Untuk menjembatani hidup antar kelompok, mereka mengangkat seorang pemimpin (Ncuhi) yang mengatur interaksi kelompok berdasarkan pranata dan adat istiadat yang telah ditetapkan.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sambori: Pengelompokan Sosial dan Kepemimpinan


Foto: Alan Malingi
Secara historis penduduk Sambori dan desa-desa sekitarnya tidak lepas dari dinamika kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya masyarakat Bima. Masyarakat Sambori dan sekitarnya pada awalnya merupakan penghuni dataran rendah, tepatnya dari sekitar Teluk Bima. Mereka memiliki adat istiadat, bahasa dan kepercayaan tersendiri. Setelah agama Islam masuk ke Bima, mareka menyingkir di dua daerah pegunungan (Donggo) dalam satuan-satuan kelompok kecil. Perpindahan mereka dilakukan dalam upaya adat istiadat dan kepercayaan mereka, marapo ro makimbi.

Kelompok pertama menuju ke daerah Pegunungan Soromandi yang disebut sebagai Donggo Ipa (barat). Kelompok kedua menyebar ke Pegunungan Lambitu yang dinamakan Donggo Ele (timur), meliputi desa Sambori, Teta, Kuta, Kalodu, dan Tarlawi. Sampai sekarang mereka dikenal sebagai Dou (orang) Donggo yang artinya Orang Pegunungan. Bukan Dou Mbojo untuk sebutan penduduk Bima pada ummnya.
Baca Selengkapnya | Komentar

Tahapan Upacara Perkawinan Bima


Berikut tahapan penyelenggaraan upaca adat pernikahan masyarakat Bima - NTB.
Baca Selengkapnya | Komentar

Diskoperindag Bima Bina Kerajinan Kain Tenun

06/06/12


Kota Bima – Kepala Diskoperindag Kota Bima, Drs. M. Farid, M.Si, Senin (4/6/2012), mengakui, pihaknya terus membina kelangsungan usaha kerajinan kain tenun ikat ini. 
“Kita juga mendukung mereka mengembangkan pemasarannya dan menampilkan produksi kerajinan mereka di tiap-tiap festival, seperti halnya festival SMEsCO di Jakarta Selatan,” kata Farid di ruang kerjanya. 

Baca Selengkapnya | Komentar

Empat Tahanan Polsek Wera - Kabupaten Bima Kabur


Kabupaten Bima - Empat orang tahanan Kepolisian Sektor Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa pagi, 5 Juni 2012, kabur pada saat ratusan massa melakukan aksi protes di depan Markas Polsek tersebut. ”Mereka sedang kami kejar,” kata Kepala Kepolisian Resor Bima, Ajun Komisaris Besar Kumbul Sik, Selasa siang, 5 Juni 2012.
Baca Selengkapnya | Komentar

Tak Hadir Paripurna, Dewan Minta Kepala SKPD Dimutasi

Kabupaten Bima - Kesekian kalinya fenomena ketidakhadiran Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bima saat dihadiri Wakil Bupati Bima H. Syafruddin, kembali menuai reaksi. Kali ini sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima meminta Wakil Bupati Bima agar bersikap tegas dan meminta pejabat yang tidak hadir tersebut dimutasi. Anggota Dewan juga meminta, agar paripurna tersebut diskor sementara waktu.

Baca Selengkapnya | Komentar

Rumah Panggung Desa Geru Kopa Donggo, Tahan Gempa

Kabupaten Bima - Rumah panggung Desa Geru Kopa, Donggo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, rumah ini menjadi pilihan masyarakat Donggo karena sudah terbukti tahan gempa. Pada saat terjadi gempa 7.3 skala Richter di Bima, rumah yang terbuat dari batu bata hancur, tetapi rumah kayu tetap utuh.
Baca Selengkapnya | Komentar

Kejar-Kejaran Polres Bima Menangkap Pembawa MIRAS

Kota Bima - Polres Bima kembali berhasil menangkap pelaku yang membawa MIRAS Jenis Bir Bintang di wilayah hukum Polres Bima.
Berawal adanya kecurigaan Piket Satlantas di Pertigaan Polres Bima, melihat Mobil Avanza warna putih nomor polisi W 1283 NJ yang larinya sangat kencang dan muatannya berat, lalu di kejar oleh Piket Satlantas dan dapat menghentikan mobil tersebut di depan SPBU Desa Panda. Setelah dilakukan pengecekan ternyata Mobil tersebut isinya 33 Dus Bir Bintang atau sebanyak 372 Botol, 
Baca Selengkapnya | Komentar

Kota Bima Berencana Miliki Mobil Dinas Khusus Tamu Daerah

03/06/12

Kota Bima di tahun 2012 ini bakal memiliki mobil dinas khusus tamu daerah. Pasalnya, Pemerintah Kota Bima setelah mendistribusikan sepeda motor dinas ke seluruh Kantor Lurah, kini merencankan lagi pengadaan berupa mobil dinas khusus tamu daerah sebanyak 5 unit.

Prosesi pengadaan kendaraan melalui Satuan Kerja Bagian Umum Dan Perlengkapan Kota Bima. Kepala Bagian Umum Dan Perlengkapan Kota Bima, Drs. Kaharuddin, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Maulan, SH, M.Ap, menyampaikan saat ditemui BeritAnda.com di ruang kerjanya, Selasa (29/5/2012).

Baca Selengkapnya | Komentar

Polres Bima Gagalkan Penyeludupan Ribuan Minyak Tanah

Polres Bima, Nusa Tenggara Barat, menggagalkan penyeludupan ribuan liter minyak tanah bersubsidi, Ahad (3/6). Minyak tersebut rencananya dijual dengan harga tiga kali lipat.
Baca Selengkapnya | Komentar

Ferry: Pemekaran Desa Bukan Bagi-bagi Jabatan


Kabupaten Bima - Bupati H. Ferry Zulkarnain, ST membantah keras tudingan pemekaran desa sebagai upaya bagi-bagi jabatan. "Pemekaran 23 yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bima nomor 2 tahun 2012 tentang Pembentukan 23 Desa dalam Kabupaten Bima telah melalui kajian yang cukup matang dan menyeluruh. 
Merujuk ke pasal 2 Perda tersebut kata Bupati, "pembentukan desa di Kabupaten Bima pada dasarnya dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, juga merespon aspirasi dan prakarsa masyarakat desa yang didukung oleh Pemerintahan desa yang bersangkutan. 
Baca Selengkapnya | Komentar

DAK Fisik Bidang Pendidikan Belum Dilanjutkan Pelelang

02/06/12


Kota Bima - Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bima belum bisa melanjutkan proses pelelangan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Bidang Pendidikan.
Demikian Kepala Sub Bagian Program Bagian Administrasi Dan Pembangunan Setda Kota Bima, Adilansyah, SE, M. Ap., mengungkapkan kepada BeritAnda.com di ruang kerjanya, Jumat (1/6/2012).
Baca Selengkapnya | Komentar

Sopir Bilang Siap Ditembak Mati Kalau Selingkuh dengan Saya

Jabatan Kapolres Bima tak lama disandang suami Anita Agnes Alexandra pada tahun 2001. Tak sampai setahun Y mendapat penugasan untuk kembali ke Mabes Polri di Jakarta.

Walau cukup singkat mereka tinggal di Bima, Agnes tidak dapat melupakan kenangan buruk yang menimpanya di penghujung masa jabatan suaminya sebagai kapolres.
Sebelum acara serah terima jabatan Kapolres Bima pada tahun 2001, Agnes yang waktu itu berusia 22 tahun sempat babak belur. Persoalannya, menurut Agnes, berlatar belakang cemburu.
Baca Selengkapnya | Komentar

HIP DPD II HTI Bima: Membongkar Motif di Balik Gerakan Deradikalisasi

Kota Bima - Ahad, 27 Mei 2012 Cuaca di kota Bima panas, dan semakin panas dengan HIP (Halqah Islam dan Peradaban) yang diadakan oleh DPD II Kota Bima Hizbut Tahrir Indonesia. Siang itu HIP mengangkat tema aktual terkait terorisme dan deradikalisasi, merespon kejadian di Bima dalam kasus salah tangkap pelaku terorisme. Ruangan sesak karena peserta yang datang membludak sehingga panitia harus menambah kursi.
HIP ke-3 itu menghadirkan pembicara dari ketua JAT Nusa Tenggara ustadz Abdul Hakim. Menyinggung tema di atas ia mengatakan bahwa Bima bukanlah sarang teroris, akan tetapi sarang pejuang penegakan syariah Islam dari zaman dulu hingga hari ini. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Salah Paham, Warga Desa Roi dan Roka Nyaris Bentrok

01/06/12


Kabupaten Bima - Gara-gara miskomunikasi, Selasa (29/5) malam warga Desa Roi dan Roka nyaris bentrok. Ketegangan dua desa bertetangga itu, bermula dari peristiwa pemukulan salah seorang warga Desa Roka, Ahad subuh (27/5) oleh warga Roi, kemudian dibalas dengan pemukulan oleh warga Roka, Ahad malamnya.
Baca Selengkapnya | Komentar

Sertifikasi Guru Dibayar Awal Juni 2012


Kota Bima - Menjawab banyaknya pertanyaan para guru atas keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru tahun 2012, tidak terbayarnya sertifikasi selama 1 bulan tahun 2010 dan kekurangan gaji tahun 2011, Dinas Dikpora Kota Bima melakukan pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah mulai dari TK hingga SLTA guna mensosialisasikan masalah sertifikasi tersebut. Kegiatan yang dipusatkan di aula SMKN 3 Kota Bima, berlangsung Selasa (29/5).
Baca Selengkapnya | Komentar

Kontingen RAINAS 2012 KWARCAB Kabupaten Bima - NTB


Kabupaten Bima - Kwartir Cabang Bima akan berpartisipasi pada Kegiatan Raimuna Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 s/d 1 Juli 2012 di Bumi Perkemahan Cendrawasih Papua.
Baca Selengkapnya | Komentar

Ferry: Perangkat Pemerintah Harus Jadi Wasit yang Adil Dalam Pilkades


Syukuran pembentukan Desa Kara yang merupakan pemekaran Desa Leu Kecamatan Bolo, Kamis (31/5) dimanfaatkan oleh Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST untuk melakukan pembinaan pada aparat pemerintah yang secara khusus pendapat mandat sebagai penyelenggara pesta demokrasi di Desa.

Bupati hadir bersama ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Ketua GOW Hj. Rustina Syafrudin dan Ketua DWP Kabupaten Bina Hj. Maryati Masykur menegaskan bahwa proses Pemilihan kepala desa (Pilkades) tidak boleh menimbulkan persoalan yang pada akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri. 
“Pilkades harus pedomani Peraturan daerah (Perda) dan peraturan Bupati (Perbup) Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kades, jadi jangan melenceng dari aturan”. Tegas Bupati.

Baca Selengkapnya | Komentar

SDN 21 Kota Bima Sebagai Duta Daerah di Olimpiade Sains MIPA Tingkat Propinsi NTB


Kota Bima - Berkat meraih prestasi terbaik di Olimpiade Sains (OS) MIPA 2012 tingkat Kecamatan dan Kota, mengharuskan SDN 21 Kota Bima sebagai duta daerah mewakili Kota Bima mengikuti kompetisi lebih lanjut OS MIPA SD 2012. 
Sumber di Bidang Dikdas TK/SD Dinas Dikpora Kota Bima, menyebutkan, sekolah tersebut akan mengikuti OS MIPA SD tingkat Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB) di Mataram mulai tangal 14 – 16 Juni 2012. SDN 21 Kota Bima itu bakal berkompetisi dengan SD-SD peserta lainya di OS MIPA SD tingkat propinsi NTB yang meliputi dua mata pelajaran yakni Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 

Baca Selengkapnya | Komentar

Kantor DPRD Bima Disegel

Kabupaten Bima - Puluhan warga dari perwakilan sejumlah desa di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (31/5), mengamuk di Gedung DPRD setempat. Warga semula berencana melakukan dengar pendapat dengan ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhdar, terkait Pilkada 2010. Namun, Muhdar pulang meninggalkan ruangan. 

Warga yang menunggu sejak siang langsung melampiaskan kemarahan mereka dengan menyegel kantor Muhdar. Tak hanya itu, warga juga mencorat-coret pintu kaca dan dinding kantor menggunakan cat semprot. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Mahasiswa Bima Blokade Jalan Provinsi


Kabupaten Bima - Sekelompok mahasiswa di Bima, Nusa Tenggara, Barat, Kamis (31/5), kembali menggelar aksi solidaritas terhadap korban penembakan polisi yang menolak pertambangan di Minahasa Selatan. 


Sebagai bentuk protes, mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi atau LMND ini memblokade jalan provinsi di Simpang Empat Talabiu yang menghubungkan Bima dengan Dompu. Tak hanya itu, massa juga menghadang serta menyandera mobil pelat merah yang dikemudikan seorang dokter. 
Baca Selengkapnya | Komentar

NASA: Andromeda akan Tabrak Bima Sakti


Peneliti di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memprediksi bahwa galaksi Bima Sakti - tempat Bumi berdiam - akan bertubrukan dengan galaksi Andromeda. Tubrukan itu akan terjadi sekitar 4 miliar tahun mendatang. 

Menurut harian USA Today, proyeksi itu diungkapkan astronom dan tim peneliti NASA setelah mengamati rekaman gambar dari teleskop antariksa Hubble. Mereka pun meriset hasil pantauan itu dengan simulasi komputer.
"Bima Sakti telah mengalami sejumlah benturan kecil, namun kali ini [dengan galaksi andromeda] belum pernah terjadi sebelumnya," kata astronom Rosemary Wyse dari Universitas John Hopkins dalam suatu pertemuan di NASA Kamis waktu setempat.
Baca Selengkapnya | Komentar

Warga 5 Kecamatan Di Kabupaten Bima Harapkan Pengerukan DAS

31/05/12

Warga Masyarakat dilima Kecamatan yang berada di sekitar aliran sungai Condo, saat ini berharap pemerintah dapat segera melakukan pengerukan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS), yang dinilai telah beralih fungsi dan mengalami pendangkalan yang menyebabkan terjadinya banjir bandang dan menerjang puluhan rumah serta ratusan hektar tanaman bawang merah siap panen maupun yang sudah panen.

Hal itu diungkapkan sirajudin salah seorang warga Ngali yang memiliki sekitar 2 hektar lahan pertanian bawang merah yang baru tanam dan sudah panen dan seluruhnya terbawa banjir dan tertimbun lumpur.

Baca Selengkapnya | Komentar

Resep Manisan Srikaya

Bahan-bahan yang dibutuhkan: 
  • 500 gr telur, 
  • 400 gr gula merah, 
  • 4 gelas santan dari 4 kelapa ukuran sedang, 
  • ½ sendok teh garam, 
  • 1 ruas jari kayu manis, 
  • 5 lembar daun pandan, 
  • 1 loyang atau mangkok tahan panas, 
  • Dandang atau panci ukuran besar (yang memuat loyang).
Baca Selengkapnya | Komentar

Resep Pangaha Bingka Dolu (Kue Bingka)

Bahan-bahan yang dibutuhkan: 
  • 500 gr tepung terigu, 
  • 500 gr telur, 
  • 400 gr gula pasir, 
  • 5 gelas santan dari 2 kelapa ukuran sedang, 
  • 1 gelas air pandan suji (untuk pewarna hijau), 
  • ½ sendok teh garam, 
  • Minyak untuk mengoles cetakan.
Baca Selengkapnya | Komentar

Resep Sia Dungga (Sambal Fermentasi Jeruk Nipis)

Sambal ini khusus diproduksi di Desa Parado secara turun temurun. 
Sederhana saja bahan dan cara pembuatannya. 
Baca Selengkapnya | Komentar

Resep Sia Dungga (Sambal Jeruk Bawang)

Bahan-bahan yang dibutuhkan: 
  • 10 butir bawang merah (potong melintang, agak tebal), 
  • 5 buah cabe boleh pilih cabe keriting atau rawit tergantung selera (potong melintang), 
  • Garam secukupnya, 
  • 2 jeruk nipis (ambil airnya), 
  • ¼ sendok gula (bila suka).
Baca Selengkapnya | Komentar

Berita Kota & Kabupaten Bima

Foto Bima

Lihat Foto Lain»

Destinasi Wisata

Lihat Selengkapnya »

Budaya Bima

Lihat Selengkapnya »

Kuliner Bima

Lihat Selengkapnya »
 
Support : Forum Dou Mbojo | Tofi Foto | Info Mbojo
Copyright © 2007. Mbojo Network, Berita dan Informasi Bima Dana Mbojo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Dominion Rockettheme
Proudly powered by Blogger